"Pelatihan pencegahan kekerasan di pesantren bagi musyrif dan musyrifah merupakan kegiatan yang sangat penting karena mereka berada di garda terdepan dalam mendampingi, membina, dan melindungi santri dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Peserta menerima pembekalan mengenai tipe-tipe kekerasan, psikologi anak dan remaja, konsep Pesantren Ramah Anak, penguatan karakter pengasuh, serta sistem mitigasi dan penanganan korban.

Materi tentang kepeloporan dan perancangan gerakan perlindungan anak juga diberikan sebelum acara ditutup dengan doa bersama dan deklarasi komitmen terhadap Gerakan Nasional Pesantrenku Aman.

RMI PBNU dan SAKA PBNU memproyeksikan kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi perlindungan santri dan memperkuat kualitas sumber daya manusia pesantren dalam menangani kekerasan.

>>> Revisi UU Hak Cipta Terburu-buru Dinilai Hambat Inovasi dan Edukasi

Langkah strategis ini dijalankan untuk mewujudkan pesantren sebagai ruang edukasi yang inklusif dan mengedepankan keamanan anak.