Tim nasional Austria mengusung gaya permainan agresif berintensitas tinggi sebagai identitas baru mereka di Piala Dunia 2026.

Kepastian ini dilaporkan oleh Flashscore dan Tribal Football pada Senin, 17 Juni 2026.

>>> Prancis Kalahkan Senegal 3-1, Mbappe Cetak Rekor Gol

Skuad asuhan pelatih Ralf Rangnick tidak hanya ingin menjadi partisipan, tetapi juga menargetkan lolos dari fase grup.

Kekuatan utama generasi baru Austria bertumpu pada soliditas kelompok, kedisiplinan kolektif, dan mentalitas ambisius.

Bek tengah Austria Kevin Danso mengungkapkan rasa bangga dan emosinya bisa mewakili negara di kompetisi terbesar setelah menanti sejak Piala Dunia 1998 di Paris.

"A lot of pride. When you're a child, the World Cup is the biggest dream you can have.

I've worked my whole life to experience moments like this," kata Danso. Ia juga merasa bersyukur atas dukungan semua pihak yang membantunya mencapai titik ini.

Pemain Tottenham Hotspur itu menilai kebersamaan tim menjadi fondasi penting untuk melangkah jauh. "We know we have the chance to write an important chapter in Austrian football history.

There's a lot of excitement around this team because people sense there's something special about this group," ujarnya.

Mantan pemain Lens berusia 27 tahun itu merasa berada dalam kondisi fisik dan mental terbaik berkat pengalaman di berbagai liga top Eropa.

"I feel more complete, more mature, and calmer than ever. I trust in my abilities but also in the experience I've gained," tuturnya.

Sebagai figur berpengalaman di lini belakang, Danso berkomitmen memberikan stabilitas bagi rekan setim yang lebih muda melalui kepemimpinan nyata.