>>> J.CO Hadirkan Paket Bundling Donut dan Minuman Spesial Mei 2026

Martinus H Manurung mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah untuk membawa esports keluar dari "bubble gamer" dan menjangkau lebih banyak masyarakat melalui kolaborasi lintas industri.

"Kita sadar bahwa untuk bisa berkembang lebih dalam kepada masyarakat dan bahkan keluar dari bubble gamer, itu adalah dengan semangat kolaborasi," kata Martinus.

Ia menilai pengembangan IP lokal dapat membuka peluang ekonomi baru mulai dari apparel, merchandise, hingga produk kreatif lainnya.

"Harapannya bisa menggunakan kreativitas anak bangsa supaya mereka juga punya penghasilan dari sini," lanjut Martinus.

Shinta Dhanuwardoyo menegaskan bahwa esports kini tidak hanya soal kompetisi gim, tetapi juga sudah menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup anak muda.

"Esports ini bukan hanya tentang competitive gaming, tapi juga merambah ke lifestyle, fashion, community, dan lainnya," ujar Shinta.

Ke depan, TODAK berencana memperluas kolaborasi dengan lebih banyak tim esports dan kreator lokal Indonesia.

Menutup konferensi pers, Irene Umar berharap Creative Playground dapat menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak kerja sama lintas industri untuk mendukung perkembangan esports Indonesia.

>>> 13 Kereta Ekonomi Subsidi PSO yang Masih Beroperasi pada 2026

"Kita tidak bisa bermain di satu bubble saja. Bubble ini harus dipecahkan supaya bisa menular ke sukses-sukses yang lain," ujar Irene.