>>> VCGamers Luncurkan Fitur Cuan untuk Tambah Penghasilan Pengguna

Di tengah torehan prestasi tersebut, minimnya sarana latihan menjadi perhatian serius.

Selama ini, para pebalap di Yogyakarta terpaksa memanfaatkan lahan parkir Pasar Hewan Siyono atau area parkir Stadion Mandala Krida sebagai tempat berlatih dengan pembatas lintasan dari ban bekas.

Kondisi ini sempat tercermin dari pernyataan Veda Ega yang viral di media sosial TikTok beberapa waktu lalu.

"Wah, ternyata saya walaupun latihan di pasar sapi bisa sampai di sini ya," kata Veda Ega.

Keberadaan sirkuit permanen dinilai menjadi aspek krusial jika Indonesia ingin terus melahirkan pebalap kelas dunia secara berkelanjutan.

Saat ini, pebalap muda seperti Veda dan Ramadhipa merupakan talenta yang lahir dari program pembinaan Astra Honda Racing School.

Kehadiran sirkuit permanen diharapkan dapat mengakhiri cerita pebalap dunia yang harus berlatih di lahan parkir pasar hewan.

Rencana pembangunan fasilitas balap ini juga mendapatkan respons positif dari Ramadhipa.

Ia berharap proyek ini dapat segera berjalan karena keberadaan sirkuit di tanah air akan mempermudah dirinya menjaga kebugaran fisik dan ritme balap saat pulang ke kampung halaman.

"Saya merasa senang kalau ada sirkuit tentunya. Itu membantu saya, fasilitasnya semakin tercukupi.

>>> Pemkot Bandung Siapkan Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Ya, semoga saja itu terealisasi," kata Ramadhipa.