Citigroup memotong proyeksi rata-rata harga Brent untuk kuartal III dan IV 2026 masing-masing menjadi US$ 75 dan US$ 70 per barel.

Pemotongan ini akibat ekspektasi normalisasi arus perdagangan.

Meskipun pasar merespons positif, Kepala Riset Sparta Commodities Neil Crosby mengingatkan bahwa pemulihan penuh rantai pasokan energi global memerlukan waktu.

"Menyiapkan kembali armada kapal dan memastikan operasional berjalan lancar di kawasan Teluk Arab tidak mudah," katanya.

Berdasarkan data International Energy Agency, sekitar 14 juta barel per hari pasokan minyak global masih belum beroperasi.

Sementara itu, stok cadangan strategis AS menyusut ke level 340,3 juta barel.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai harga minyak masih berpotensi mendapat dukungan jangka panjang.

Dukungan ini berasal dari rendahnya persediaan minyak global, lambatnya pemulihan produksi, dan kebutuhan pengisian kembali cadangan strategis.

>>> Bukayo Saka Pulih Total dan Siap Bela Inggris di Piala Dunia 2026

Dinamika geopolitik lain masih membayangi pasca-kesepakatan. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan pasukannya tetap bertahan di zona keamanan Lebanon, Suriah, dan Gaza.