Perjalanan ke Piala Dunia 2026 pun mulus: juara Grup G kualifikasi Afrika dengan 25 poin dari 10 laga, delapan kemenangan, satu imbang, satu kekalahan.

Meski lawan di kualifikasi tidak tergolong berat, Riyad Mahrez dan kolega tetap konsisten hingga ke putaran final.

Laga melawan Argentina akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Aljazair untuk mengukur kemampuan bersaing di turnamen ini.

Rekor Pertemuan Kedua Negara

Argentina dan Aljazair baru sekali bertemu, yakni dalam laga persahabatan di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 5 Juni 2007.

Saat itu Argentina menang tipis 4-3, dengan Lionel Messi yang kini menjadi kapten mencetak dua gol.

Pertandingan Grup J ini akan menjadi pertemuan pertama kedua negara di ajang resmi.

>>> Peneliti: Izin Lintas Udara AS Untungkan Indonesia

Komentar Masing-masing Pelatih

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengatakan timnya menatap laga kontra Aljazair dengan penuh kehati-hatian.

Scaloni menegaskan tidak bisa memandang sebelah mata Aljazair dan fokus penuh, sebab enggan mengulangi hasil minor di laga pertama Piala Dunia 2022.

"Ini tim yang hebat dengan pemain-pemain cepat di lini depan. Mereka akan mempersulit keadaan," kata Scaloni.

Ia menilai gaya bermain Aljazair mirip dengan Maroko, yang beberapa kali merepotkan negara besar dalam turnamen internasional.

Meski mengingat pengalaman pahit, Scaloni menilai satu pertandingan tidak selalu menentukan nasib tim di turnamen.

"Dari Piala Dunia terakhir, kita tahu bahwa pertandingan pertama bukanlah penentu, meskipun penting. Kita merasa tenang karena semuanya tidak berakhir di pertandingan pertama," ujarnya.

Di kubu Aljazair, Vladimir Petkovic mengaku antusias menghadapi Argentina, tetapi tetap menaruh rasa hormat besar.

"Saya pikir ini pertandingan penting untuk mendapatkan poin. Memprovokasi pemain Argentina sama seperti mencoba menendang sarang lebah, tidak adil dan berisiko.