BMW M mengonfirmasi bahwa M3 generasi berikutnya tidak akan sepenuhnya beralih ke tenaga listrik.

Model performa tinggi ini akan tetap ditawarkan dengan mesin pembakaran internal (ICE) yang telah diperbarui.

>>> Mercedes-AMG GLE 63 S dan GLS 63 Resmi Meluncur dengan V8 Baru 603 HP

Kepala BMW M, Frank Van Meel, mengungkapkan dalam wawancara dengan PistonHeads bahwa M3 baru akan menggunakan versi terbaru dari mesin twin-turbo 3.0 liter straight-six yang dikenal sebagai S58.

Mesin ini telah mengadopsi teknologi M Ignite untuk memenuhi standar emisi Euro 7.

Mesin M Ignite akan mulai digunakan pada M3 dan M4 saat ini mulai bulan depan, disusul M2 pada Agustus.

Van Meel menegaskan bahwa teknologi ini akan bertahan hingga generasi mobil M masa depan.

Van Meel juga menyatakan bahwa M3 ICE tidak akan menjadi hybrid, melainkan tetap setia pada prinsip pembakaran sempurna.

Meski demikian, mobil ini akan dilengkapi teknologi mild hybrid, namun tidak mengikuti langkah M5 yang menjadi plug-in hybrid.

>>> Nissan Frontier 2027 Hadir dengan Sport Edition, Harga Naik Rp5 Juta

Keputusan untuk tidak menggunakan plug-in hybrid disambut baik karena M5 yang menggunakan baterai 22,1 kWh mengalami penambahan bobot signifikan.

Van Meel juga mengisyaratkan bahwa transmisi manual masih mungkin ditawarkan, dengan alasan "kami ingin memberikan emosi berkendara."

Mobil bensin ini diperkirakan hadir pada 2028, sekitar setahun setelah versi listrik M3.

Van Meel menyebut bahwa varian listrik tidak hanya lebih cepat dalam akselerasi lurus, tetapi juga lebih cepat di lintasan.

Menariknya, versi listrik mungkin tidak akan disebut i3 M, melainkan tetap menggunakan nama M3 agar konsumen mengenalinya sebagai M3 yang sesungguhnya.

>>> Honda Acty Kei Truck 1994: Pickup Mungil dengan Ban Balap, Top Speed 55 MPH

Selain itu, Van Meel juga mengungkapkan bahwa BMW M sedang "memimpikan" penerus M1, dan produksinya "sangat mungkin" jika kapasitas produksi memadai.