>>> Jadwal Operasional Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI pada Libur Tahun Baru Islam 16 Juni 2026

Melalui aturan ini, 50% dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan pribadi, dan 20% untuk pembentukan kekayaan.

Dari porsi akumulasi kekayaan tersebut, 70% dana disarankan ditempatkan pada reksa dana saham lewat Systematic Investment Plan (SIP).

Sementara itu, sisa 30% dapat ditempatkan pada instrumen utang atau pasar uang yang lebih stabil.

Menjalankan Diversifikasi Portofolio

Prinsip memecah risiko investasi juga sangat dianjurkan agar penempatan modal tidak terpusat pada satu aset saja.

Meski demikian, pembagian aset ini sebaiknya tidak dilakukan berlebihan agar performanya tetap mudah dipantau.

Bagi pekerja berusia muda, porsi penempatan modal pada saham bisa mengacu pada rumus 100 dikurangi angka usia saat ini.

Melalui perhitungan tersebut, pekerja berumur 25 tahun dapat menaruh 75% portofolio pada saham dan 25% pada instrumen utang.

Evaluasi berkala terhadap portofolio investasi idealnya dilakukan setiap enam bulan sekali untuk menyesuaikan target keuangan baru.

Menghindari Kekeliruan Finansial Umum

Kesalahan berulang yang sering menjebak pekerja pemula adalah membeli barang sekunder mahal menggunakan sistem cicilan.

Kekeliruan lainnya mencakup kebiasaan menunda investasi dengan alasan menunggu gaji besar, atau sekadar menyimpan dana di deposito berimbal hasil rendah.

Pola penyimpanan konvensional tersebut berisiko membuat nilai uang menyusut akibat tergerus laju inflasi.

Sanjeev Govila mengingatkan bahwa memulai investasi lebih awal dengan nominal kecil jauh lebih efektif dibandingkan menundanya.

>>> Ipswich Town Aktifkan Opsi Perpanjangan Kontrak Cameron Humphreys

Investasi konsisten sebesar Rp1.000.000 per bulan sejak usia 23 tahun mampu menghasilkan nilai akumulasi lebih besar daripada menyetor Rp5.000.000 per bulan tetapi baru dimulai pada usia 30 tahun.