Berdasarkan data Cleveland Clinic, pemicu kondisi ini dibedakan berdasarkan usia. Infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia menjadi penyebab utama pada pria muda yang aktif secara seksual.

Sementara pada pria di atas usia 35 tahun, peradangan umumnya dipicu bakteri non-seksual seperti E coli dari saluran kemih, penyumbatan uretra, infeksi prostat, cedera selangkangan, efek samping obat jantung, hingga penggunaan kateter urine.

Penyembuhan dapat dilakukan dengan konsumsi antibiotik dari dokter jika dipicu oleh bakteri, dibantu istirahat total, kompres es di skrotum, banyak minum air putih, dan obat pereda nyeri.

Penanganan yang menunda berisiko memicu komplikasi berupa nyeri kronis, abses, hingga kerusakan jaringan yang mengancam kesuburan.

"Saya pikir setiap pria harus mengetahui anatomi normal mereka. Jika Anda tahu apa yang normal, Anda lebih mungkin memperhatikan ketika ada sesuatu yang berubah.

>>> Gagal Raih Medali di AOWSC 2026, Tim Renang Indonesia Fokus Pembinaan

Nyeri hebat yang tiba-tiba harus ditangani sebagai keadaan darurat," pungkas Dr Brahmbhatt.