Aksi bertajuk “11+9=?” tersebut memuat 20 tuntutan yang dibagi menjadi 11 tuntutan mendesak dan sembilan tuntutan umum.

Sebelas Tuntutan Mendesak

  • Menolak kenaikan harga BBM dan bahan pokok.
  • Memperbaiki pelemahan nilai tukar rupiah.
  • Menghentikan program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Mengatasi gelombang PHK massal.
  • Mencabut UU Polri.
  • Menghentikan pembangunan Batalion Teritorial TNI.
  • Memperbaiki defisit APBN dan efisiensi anggaran pertahanan.
  • Meningkatkan kesejahteraan guru honorer.
  • Menolak sekolah rakyat dan memperkuat alokasi pendidikan.
  • Mendorong transparansi BPI Danantara.
  • Mencopot sejumlah pejabat ekonomi terkait stabilitas sektor masing-masing.

Selain isu ekonomi dan pendidikan, kelompok ini juga menyoroti tata kelola anggaran negara serta transparansi lembaga publik.

Sembilan Tuntutan Umum

  • Menghentikan penggusuran dan perampasan tanah.
  • Menolak proyek yang dinilai merugikan masyarakat.
  • Mendukung hak masyarakat Papua atas tanah dan masa depannya.
  • Menolak percepatan PTN-BH dan kenaikan biaya pendidikan.
  • Mendorong kenaikan upah berbasis kebutuhan hidup layak.
  • Menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis dan pejuang HAM.
  • Menolak militerisasi dan memperkuat supremasi sipil.
  • Menghapus kekerasan terhadap perempuan.
  • Mendorong pembangunan industri nasional berbasis reforma agraria.

Demo di DPR RI dan Istana Negara

BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang menjadwalkan aksi di depan DPR RI dengan tema “Indonesia Gawat Darurat”. Isu yang diangkat meliputi pengesahan RUU Polri, pelaksanaan Program MBG, pelemahan rupiah, dan kenaikan harga BBM.

Sementara itu, BEM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) memilih Istana Negara sebagai lokasi aksi sejak pukul 10.00 WIB.

Mahasiswa UHAMKA menyoroti penggunaan APBN, pemulihan ekonomi, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta perlindungan hak sipil dan evaluasi peran TNI maupun Polri di ranah sipil.

Aliansi Mahasiswa Universitas MH Thamrin juga menggelar aksi bertajuk “Menggugat Indonesia” di kawasan Istana Negara.

Kelompok ini mengangkat isu revisi regulasi terkait Polri dan TNI, evaluasi program-program pemerintah, stabilitas harga kebutuhan pokok, penguatan APBN, hingga dorongan pengesahan RUU Sisdiknas dan RUU Perampasan Aset.

BEM Universitas Trilogi Siapkan Aksi

BEM Universitas Trilogi turut masuk dalam daftar kelompok yang akan menggelar demonstrasi pada pukul 13.30 WIB dengan tema “Panggilan Revolusi”.

Hingga jadwal aksi diumumkan, lokasi kegiatan maupun rincian tuntutan organisasi tersebut belum dipublikasikan kepada publik.

Rangkaian demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik Jakarta menunjukkan beragam aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan ekonomi, pendidikan, tata kelola pemerintahan, serta penguatan prinsip demokrasi dan supremasi sipil.