Timnas Swedia memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan performa gemilang. Mereka sukses melumat Tunisia dengan skor telak 5-1 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko.

Bintang utama kemenangan Swedia adalah gelandang muda Yasin Ayari. Pemain Brighton itu mencetak dua gol ke gawang negara asal ayahnya.

>>> Bahlil Usul Volume Subsidi BBM RAPBN 2027 Capai 19,56 Juta KL

Ayari membuktikan ketajamannya dengan dua gol spektakuler dari luar kotak penalti. Gol pertamanya ia lepaskan tanpa selebrasi, namun gol kedua di masa injury time dirayakan dengan emosional.

Pelatih Swedia Graham Potter memuji performa Ayari. "Dia telah memainkan banyak pertandingan di Liga Utama.

Ini tidak seperti dia datang entah dari mana," ujar Potter.

Potter menekankan pentingnya kebersamaan tim. "Kami memiliki banyak pemain bagus, dan tantangannya adalah kami harus menjadi sebuah tim," tambahnya.

Selain Ayari, dua penyerang bintang Swedia juga turut menyumbang gol. Alexander Isak dan Viktor Gyökeres masing-masing mencatatkan nama di papan skor.

>>> Jepang Imbangi Belanda 2-2 di Laga Perdana Grup F Piala Dunia 2026

Potter optimistis kerja sama Isak dan Gyökeres akan semakin mematikan. "Mereka saling melengkapi dengan sangat baik, membawa atribut yang berbeda," katanya.

Kemenangan 5-1 ini menjadi catatan produktivitas gol tertinggi Swedia dalam satu laga Piala Dunia sejak 1938. Ini menandai lahirnya generasi emas baru Swedia.

Di sisi lain, pelatih Tunisia Sabri Lamouchi mengaku kecewa berat. "Ini kekalahan yang sulit.

Ada terlalu banyak kesalahan individu," ujarnya.

>>> Ancaman Tornado Paksa Timnas Inggris Berlindung di Kansas City

Setelah laga ini, Swedia akan menghadapi Belanda di Houston pada 20 Juni. Sementara itu, Tunisia akan menjamu Jepang di Monterrey untuk menjaga peluang lolos.