Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, secara resmi memulai proyek regenerasi dengan mengorbitkan talenta muda Barcelona, Hamza Abdelkarim.

Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan skuad The Pharaohs pada sosok Mohamed Salah.

>>> Shin Tae-yong Pegang Kendali Penuh Susun Pemain Asing Persija Jakarta

Keputusan ini dipicu oleh performa impresif Abdelkarim yang baru berusia 18 tahun.

Pemain yang direkrut dari Al Ahly dengan biaya €1,5 juta itu diproyeksikan memegang peran vital dalam kampanye Piala Dunia mendatang.

Keyakinan Pelatih pada Kemampuan Abdelkarim

Hassan melihat kapasitas mental dan teknis luar biasa pada diri Abdelkarim.

"Kami telah melihat banyak hal yang kami sukai dari Hamza, kepribadiannya, kemampuan teknis, ambisi, apa yang ingin dicapai oleh pemain tersebut," ujar Hassan.

Ia menambahkan bahwa Abdelkarim sudah terlalu mumpuni untuk sepak bola usia muda.

"Dia bermain di tingkat yang sangat tinggi dan sudah terlalu mumpuni untuk sepak bola usia muda," jelasnya.

Hassan terus memantau perkembangan Abdelkarim sejak tampil impresif di Piala Dunia U-17 2025.

>>> Pertamina Patra Niaga Jaga Kualitas BBM Lewat Pengelolaan Impurities

"Saya melihat pengaruh positif yang dia bawa ke dalam tim pada Piala Dunia U-17 2025, dan saya telah mengikuti semua pertandingannya untuk Barcelona," bebernya.

Fokus pada Kolektivitas Tim

Hassan menegaskan bahwa Mesir tidak hanya bergantung pada Mohamed Salah. "Mesir bukan hanya tentang Mohamed Salah, ini tentang semua pemain dan kinerja kolektif mereka," tegasnya.

Ia berharap para pemain dapat memenuhi ekspektasi di panggung dunia, terutama saat melawan Belgia.

"Kami memiliki banyak bakat, selain Salah, selain Marmoush, dan saya pikir para pendukung akan melihat performa yang luar biasa dari tim kami," ujarnya.

Restrukturisasi skuad menjadi mendesak karena mayoritas pilar utama Mesir telah melewati usia produktif. Salah sendiri akan berusia 34 tahun saat timnya bertanding melawan Belgia.

Hassan menekankan bahwa integrasi pemain muda adalah investasi untuk masa depan sepak bola Mesir. "Pemain baru adalah masa depan skuad, negara, dan sepak bola Mesir," sambungnya.

Ia optimistis proyek jangka panjang ini akan mengembalikan kejayaan tim nasional. "Pada tahun 2027, Anda akan melihat tim baru yang bertabur bintang," tutup Hassan.

>>> Mobil PHEV Makin Diminati, Efisiensi Tinggi dan Pilihan Model Bertambah

Mesir akan memulai laga perdana Piala Dunia melawan Belgia di Seattle, kemudian menghadapi Selandia Baru di Vancouver, dan ditutup melawan Iran pada akhir Juni.