Jika kebiasaan makan buruk dan berat badan berlebih terus diabaikan, komplikasi di masa depan bisa sangat serius.

Lemak yang menumpuk di hati memicu peradangan hebat dan kerusakan sel organ.

"Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko fibrosis, sirosis, hingga kanker hati," ujar Prof Rino Alvani Gani, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi FKUI.

Timbunan lemak bertahun-tahun memicu stres oksidatif dan pelepasan zat beracun berulang, menyebabkan kerusakan konstan pada sel hati.

Proses pemulihan yang dipaksakan memicu jaringan parut (fibrosis) yang meluas menjadi sirosis hati.

>>> Masalah Visa Paksa Timnas Iran Pindahkan Markas ke Meksiko

Kerusakan struktural parah dan pembelahan sel tidak terkendali meningkatkan risiko mutasi genetik DNA sel hati, yang menjadi cikal bakal tumor ganas hingga kanker hati stadium lanjut.