Dulu, nama pada mobil punya arti jelas. Turbo berarti ada turbocharger, M berarti mesin khusus dari BMW Motorsport.

Kini, banyak lencana hanya menjadi hiasan tanpa substansi.

>>> Mazda Autozam AZ-1 Laku US$23.500: Harga Mahal untuk 63 HP, Tapi Pintu Gullwing-nya Sebanding

Mitsubishi Eclipse adalah contoh paling gamblang. Generasi pertama dan kedua menawarkan mesin turbo, all-wheel drive, transmisi manual, dan desain mencolok.

Mobil itu menjadi ikon sport kompak yang terjangkau.

Sekarang, Eclipse hadir sebagai crossover listrik rebadged tanpa koneksi ke aslinya. Nama yang sama, tetapi jiwa yang berbeda.

Blazer dan M: Dari Tangguh ke Kabin Premium

Chevrolet Blazer dulunya SUV body-on-frame yang tangguh. Kini, Blazer adalah crossover unibody, dan ada versi listriknya.

Nama tetap, tetapi karakter off-road hilang.

BMW M mungkin yang paling parah. Dulu, M berarti mesin unik dan tuning performa.

>>> Biaya Asuransi Tesla Cybertruck Rp21 Juta Lebih Mahal dari Chevy Silverado

Sekarang, ada M Sport, M Performance, M Competition, M CS, M CSL—total enam tingkatan. M tidak lagi istimewa.

Porsche juga menggunakan label Turbo pada Taycan dan Macan EV yang tidak bermesin bensin. Nama Turbo kini hanya menandai level trim.

GTI, yang berarti Grand Touring Injection, kini ditempel pada mobil listrik seperti VW ID. Polo GTI dan Peugeot e-208 GTi.

Meski performanya baik, tidak ada lagi yang diinjeksi.

Dodge Hornet juga kehilangan arah. Dulu performa AMC, kini crossover biasa yang penjualannya lesu.

>>> Jeep Grand Cherokee 2026: Mesin Lebih Kecil, Tapi Interior Mewah dan Fitur Tetap Unggul

Menurut Anda, lencana mobil mana yang paling kehilangan makna? Bagikan pendapat Anda.