"Whatever I am called upon to do, I am ready to do. I derive a lot of my confidence from the hard work that I’ve put in."

Ketidakpastian mengenai posisi penjaga gawang utama ini menjadi hal baru bagi Amerika Serikat yang biasanya memiliki kiper andalan dengan rekam jejak panjang di Liga Utama Inggris seperti Brad Friedel, Kasey Keller, atau Tim Howard.

Meskipun baru melakukan debut untuk tim nasional pada tahun lalu, Freese menegaskan mentalitasnya untuk selalu mengejar kesempatan dan tidak pernah merasa aman dengan posisinya di dalam skuad.

>>> VAR Anulir Gol Folarin Balogun di Laga AS vs Paraguay

"The mentality that I always have, and always will have for the next 15 years of playing, is to never expect to be on a roster," kata Freese.

Mantan mahasiswa Universitas Harvard tersebut juga merefleksikan perjuangannya dari bawah hingga akhirnya bisa menembus skuad Piala Dunia di bawah asuhan Pochettino.

"You dream of this opportunity. You work for the opportunity.

But you never know if it’s gonna come," ujarnya.

Freese yang dikenal menyukai konsistensi dalam rutinitasnya menjelaskan bahwa tekanan besar dari turnamen ini justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh elemen tim.

"Pressure makes diamonds," kata Freese.

"And I think we’re a group of 26 guys that wants to show that we’re a bunch of diamonds."

Pemain berusia 27 tahun tersebut juga merasa bangga bisa menjadi bagian dari sejarah panjang penjaga gawang Amerika Serikat di turnamen akbar empat tahunan ini.

"It’s an honor to be on this team and be part of that group, to hopefully continue that great legacy," ujar Freese.