Antusiasme tinggi penonton juga tercermin dari lonjakan harga tiket di situs penjualan sekunder yang mencapai lebih dari 1.200 hingga 1.300 dolar AS.

Lonjakan ini direspons oleh Presiden FIFA Gianni Infantino yang membela strategi penetapan harga tersebut guna memastikan pendapatan masuk ke sepak bola global, bukan ke tangan calo.

"In this situation they could've gone down as well, they didn't really go down, shows maybe the price point was the right one," cetus Infantino.

FIFA juga memberikan klarifikasi terkait laporan adanya kursi kosong pada pertandingan hari Kamis antara South Korea dan Czechia di Estadio Azteca dengan menyatakan bahwa data resmi didasarkan pada jumlah pemindaian tiket masuk.

"Reflect the number of tickets scanned and spectators present within the stadium footprint, rather than visual assessments of seating occupancy at any given moment during the match," tulis pihak FIFA dalam pernyataannya.

Pihak federasi menambahkan bahwa situasi visual tersebut terjadi karena banyak penonton yang memilih berdiri di area koridor ketimbang duduk di kursi yang telah ditentukan.

"Several ticketed fans could be seen standing in concourses rather than staying in their assigned seats," tambah pihak FIFA dalam rilis resminya.

>>> Kanada Tahan Imbang Bosnia-Herzegovina di Laga Pembuka Grup B

Pertandingan Grup D lainnya akan mempertemukan Australia dan Turki di BC Place, sebelum kedua tim tersebut masing-masing menantang Amerika Serikat dan Paraguay pada laga kedua tanggal 19 Juni mendatang.