Meksiko berhasil mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.

Hasil ini memutus tren negatif Meksiko yang sebelumnya belum pernah menang dalam laga pembuka, meski dua kali menjadi tuan rumah.

>>> Hamza Abdelkarim Bersinar, Striker Muda Mesir Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia 2026

Pertandingan diwarnai tiga kartu merah, mengingatkan pada Piala Dunia 1990 saat Argentina kalah dari Kamerun. Namun, kali ini kartu merah lebih banyak akibat kesalahan individu dan frustrasi.

Meksiko datang dengan modal empat kemenangan resmi FIFA dan hasil imbang melawan Belgia serta Portugal. Sebaliknya, Afrika Selatan hanya menang sekali dalam lima laga terakhir.

Persiapan Afrika Selatan juga terganggu masalah visa Amerika Serikat.

Faktor non-teknis lain adalah atmosfer Stadion Azteca yang dipadati 80.824 penonton dan berada di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut.

Udara tipis dan suhu panas menjadi ujian berat bagi Afrika Selatan yang terbiasa dengan musim dingin. Jeda minum tidak cukup meredam keunggulan alamiah tuan rumah.

>>> Timnas Spanyol Incar Trofi Piala Dunia 2026 Lewat Grup H

Dominasi Taktik dan Kartu Merah

Afrika Selatan bermain aman dengan formasi lima bek, mengubah pakem mereka yang biasanya menggunakan empat pemain bertahan.

Meksiko merespons dengan tekanan tinggi sejak menit awal, memaksa lawan bertahan dalam.

Tekanan ini memicu kesalahan lini belakang Afrika Selatan pada sepuluh menit pertama, yang dikonversi menjadi gol pembuka.

Meksiko melepaskan 16 tembakan, empat di antaranya tepat sasaran. Kendali permainan sepenuhnya di tangan tuan rumah.

Frustrasi Afrika Selatan memuncak setelah Yaya Sithole menerima kartu merah langsung karena pelanggaran sebagai pemain terakhir. Themba Zwane juga diusir akibat pelanggaran frustrasi.

>>> Andy Robertson Pimpin Skotlandia Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

Meksiko harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain setelah satu pilar mereka terkena tekel terlambat.