PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) tengah merealisasikan strategi penataan ulang portofolio bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas batu bara.

Langkah diversifikasi ini diperkirakan akan memperkuat posisi tawar perseroan di tengah persaingan industri.

>>> Memilih Hidup Lajang Tetap Bisa Menemukan Kebahagiaan Autentik

Perseroan mengalihkan fokus utama pengembangan usaha ke sektor mineral strategis. Beberapa proyek yang dikelola telah memasuki fase pengembangan dan persiapan produksi komersial.

Proyek Wolfram Jadi Prioritas

Salah satu aset prioritas adalah Wolfram Limited yang berlokasi di Queensland, Australia. Aktivitas penambangan ditargetkan berjalan pada April 2026, diikuti produksi komersial antara Mei hingga Juli 2026.

Pada tahun pertama operasional, proyek Wolfram diproyeksikan menghasilkan sekitar 12.000 hingga 15.000 ton copper equivalent.

Proyek ini telah mengamankan kontrak offtake berdurasi tujuh tahun dengan Glencore untuk menyerap seluruh hasil tambang dari operasi Mt.

Carlton.

Analis Panin Sekuritas Cliff Nathaniel menilai kontrak offtake tujuh tahun dengan Glencore menjadi faktor kunci yang memberi kepastian komersial bagi proyek Wolfram milik BUMI.

Hal ini membedakan Wolfram dari banyak proyek tambang lain yang masih menghadapi ketidakpastian pasar.

"Offtake 7 tahun dengan Glencore memberi commercial certainty bagi Wolfram.

BUMI kini tidak hanya masuk ke aset non-batubara, tetapi juga sudah memiliki jalur pemasaran yang jelas untuk hasil produksinya," kata Cliff, Jumat (12/6/2026).

Selain Wolfram, perseroan juga mempersiapkan Jubilee Metals Limited (JML) yang diproyeksikan mulai berproduksi pada kuartal IV 2026.

>>> Manchester United Ingin Lepas Andre Onana ke Trabzonspor

Rencana akuisisi 45% saham PT Laman Mining ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

Ketiga aset strategis ini diposisikan sebagai pilar utama dalam membangun fondasi bisnis non-batu bara perseroan.