Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan prestasi gemilang di ajang Moto3 2026.

Ia berhasil mengamankan posisi ketiga dalam dua seri balapan yang berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil, dan Le Mans, Prancis.

>>> Veda Ega Pratama Duduki Peringkat Keenam Klasemen Moto3 2026

Podium ketiga di Prancis diraih setelah pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, terkena diskualifikasi.

Kini Veda yang membela tim Honda Team Asia telah mengumpulkan total 71 poin di klasemen sementara.

Kompetisi musim ini masih menyisakan 14 seri lagi. Meski performanya menjanjikan, Veda memilih bersikap realistis mengenai peluangnya.

"Ya enggak ada yang tahu sih, banyak sirkuit yang belum pernah, balap dengan motor ini dan juga ini kelas baru bagi saya.

Jadi ya masih belum tahu, jadi kita akan lihat," ujar Veda.

Putra dari mantan pembalap nasional Sudarmono ini menyebut beberapa sirkuit yang dirasa cocok dengan karakternya. Lintasan di Asia menjadi yang paling ia kenali untuk balapan berikutnya.

"Ya pastinya sirkuit yang sudah pernah saya balapan sebelumnya seperti Mandalika," kata Veda. Ia juga menambahkan, "Lalu sirkuit Asia terutama Sepang juga mungkin ya."

>>> Sparta Rotterdam Nego Ragnar Oratmangoen Usai Dilepas FCV Dender

Masa depan Veda untuk musim balap berikutnya masih menjadi spekulasi.

Muncul rumor mengenai peluangnya naik ke kelas Moto2 pada 2027, meskipun bertahan di Moto3 tetap menjadi opsi terbuka.

"Ya kita lihat nanti," ungkap Veda. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan musim pertamanya dengan sebaik mungkin.

"Karena juga ini baru tahun pertama di Moto3. Jadi saya juga enggak tahu dan ya pokoknya yang terbaik untuk diri saya saja," tambahnya.

Pencapaian sejauh ini diakui telah melampaui target awal yang dipasang oleh manajemen maupun dirinya sendiri. "Ya cukup senang dengan hasilnya karena sebenarnya enggak mengira kalau bisa seperti ini.

Karena memang targetnya kan tadinya bisa dapat poin sebanyak-banyaknya," kata Veda.

Evaluasi performanya berubah setelah balapan di Thailand, di mana ia menyadari memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan.

>>> Ragnar Oratmangoen Tinggalkan FCV Dender, Negosiasi dengan Sparta Rotterdam

"Tapi ternyata setelah Thailand saya melihat saya bisa tarung di depan dan ya, tapi sampai sekarang masih banyak yang harus dipelajari," pungkasnya.