Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) resmi meluncurkan program sertifikasi pelatih nasional yang berstandar internasional.

Program ini mengacu pada standar resmi dari Federasi Internasional Padel (FIP) dan menjadi satu-satunya sertifikasi pelatih padel yang diakui di Indonesia.

>>> Apple Tunda Peluncuran MacBook Layar Sentuh Pertama hingga 2027

Wakil Ketua Umum PBPI Mochtar Sarman menyatakan bahwa sertifikasi ini menjadi fondasi penting bagi pembinaan atlet padel di Tanah Air.

"Kami sangat antusias menyambut perkembangan berikutnya dari olahraga ini.

Dengan adanya regulasi dan sertifikasi bagi para pelatih, serta dalam waktu dekat juga untuk para wasit, kami akan menstandarisasi olahraga ini guna menjaga sportivitas dan integritas olahraga padel di Indonesia," ujar Mochtar dalam rilis PBPI, Jumat (12/6/2026).

Tahapan Sertifikasi

Pada tahap awal, calon pelatih diwajibkan mengikuti dan menyelesaikan Sertifikasi Level 0.

Proses pembelajaran tahap ini tersedia secara daring melalui platform resmi FIP Academy.

Sertifikasi Level 0 menjadi syarat mutlak bagi pelatih yang ingin melanjutkan ke jenjang kompetensi berikutnya.

>>> Praktik Hidup Berkelanjutan yang Tersembunyi di Kampung

Program ini merupakan bagian dari sistem pengembangan jangka panjang pelatih nasional yang disusun oleh PBPI.

Standarisasi mencakup penguasaan teknik, metode pembelajaran, hingga pemahaman regulasi olahraga padel sesuai standar internasional.

Tahapan lanjutan dari program sertifikasi dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026.

PBPI akan mengumumkan struktur sertifikasi berikutnya secara resmi melalui saluran komunikasi organisasi.

Seluruh klub, akademi, pengelola lapangan, dan lembaga pelatihan padel diharapkan menggunakan tenaga pelatih yang telah tersertifikasi oleh federasi.

>>> Prasasti Center: Kondisi Keuangan Negara Masih Relatif Aman

Melalui standardisasi kepelatihan yang merata, PBPI menargetkan Indonesia dapat tumbuh menjadi salah satu kekuatan utama olahraga padel di kawasan Asia Pasifik.