Selain peningkatan fasilitas fisik, transformasi layanan KAI juga ditopang oleh digitalisasi layanan.

Berbagai inovasi yang dihadirkan dalam beberapa tahun terakhir dinilai mampu meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang perempuan memilih tempat duduk berdekatan dengan sesama perempuan dalam perjalanan kereta api antarkota.

Djoko menilai berbagai inovasi tersebut turut memperkuat posisi KAI sebagai salah satu wajah layanan transportasi publik Indonesia yang semakin kompetitif.

Lebih lanjut, ia mengatakan perkembangan layanan transportasi publik di Jakarta juga mulai menjadi rujukan bagi sejumlah pemerintah daerah maupun operator transportasi di berbagai wilayah.

Menurutnya, kualitas layanan yang berkembang di Indonesia saat ini menunjukkan bahwa praktik pengelolaan transportasi publik yang baik tidak selalu harus mengacu pada negara lain.

"Transportasi publik di Indonesia sudah menunjukkan banyak kemajuan. Dalam beberapa aspek bahkan bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk meningkatkan kualitas layanannya," ujarnya.

Djoko menambahkan keberhasilan KAI menunjukkan bahwa peningkatan layanan yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan kepercayaan publik sekaligus menciptakan standar baru dalam pelayanan publik.

>>> AS Berpotensi Hadapi Iran di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

"Pada akhirnya, kualitas layanan yang dijaga secara berkelanjutan dapat menjadikan sebuah institusi bukan hanya sebagai penyedia jasa, tetapi juga sumber inspirasi bagi sektor lain," pungkasnya.