Amerika Serikat dijadwalkan menghadapi Paraguay, kekuatan tangguh dari Amerika Latin.

Pertemuan kedua tim di Piala Dunia tercatat baru sekali, yakni pada edisi 1930 dengan kemenangan 3-0 untuk AS.

Pelatih AS, Mauricio Pochettino, memberikan rasa hormat tinggi terhadap kualitas Paraguay. Ia mengantisipasi laga dengan intensitas tinggi.

"Saya sangat memahami mentalitas Paraguay — agresivitasnya, semangat kompetitifnya. Harapan saya, pertandingan besok akan sangat berat.

Ini akan sulit karena Paraguay memiliki kualitas bagus dan pelatih hebat dalam diri Gustavo Alfaro," kata Pochettino.

Kewaspadaan ini beralasan karena Paraguay terakhir berpartisipasi di Piala Dunia pada 2010. Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, mengungkapkan keberhasilan lolos ke putaran final merupakan pencapaian emosional yang dinantikan.

"Ini seperti hitung mundur sejak kami memastikan kualifikasi.

Bagi kami, ini adalah momen pencapaian besar, kebahagiaan besar, karena kami tahu betapa negara ini membutuhkannya," ujar Alfaro.

>>> Dua Ganda Putri Indonesia Lolos ke Semifinal Australian Open 2026

Alfaro menambahkan bahwa atmosfer Piala Dunia berbeda dari laga biasa. "Di Piala Dunia ini, segalanya berjalan cepat, tanpa ampun — yang menentukan adalah detail-detailnya," katanya.