DPR Desak Audit Total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Desakan ini muncul setelah terungkapnya praktik jual beli titik dapur program makan bergizi gratis (MBG) pada Jumat (12/6/2026).
>>> Diundang Kawinan Mantan, Datang atau Tidak? Ini Kata Kompasianer
Praktik manipulasi tersebut dilansir dari Investor Daily telah memicu pembengkakan jumlah SPPG hingga ribuan titik dari yang seharusnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada lonjakan anggaran negara yang diperkirakan bertambah lebih dari Rp1 triliun per bulan.
Evaluasi Total Diperlukan
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menegaskan bahwa penyelewengan anggaran dalam skala besar ini tidak boleh dikesampingkan oleh pemerintah.
Evaluasi total harus segera dilakukan guna memeriksa tata kelola dan efisiensi di lapangan.
"Saya kira pernyataan Pak Zulhas harus menjadi alarm serius bagi semua pihak.
Kalau memang ada potensi pemborosan sampai Rp1 triliun per bulan, tentu ini tidak bisa dianggap sepele," kata Charles Honoris.
>>> Apple Rilis Pembaruan Apple Intelligence Gratis untuk iPhone Tertentu
Politisi PDI Perjuangan tersebut menambahkan bahwa proses peninjauan ulang harus mencakup standardisasi keamanan pangan, kualitas menu makanan, hingga transparansi penyerapan anggaran.
Jika ditemukan pelanggaran berat atau manipulasi lokasi, ia meminta SPPG bermasalah tersebut segera ditutup secara permanen.
"Jangan sampai karena mengejar target kuantitas, kita mengabaikan kualitas, keamanan pangan, dan efektivitas penggunaan uang negara," ujar Charles Honoris.
Momentum pelaksanaan audit ini dinilai sangat tepat karena saat ini para siswa sekolah sedang memasuki masa libur semester.
Langkah penertiban ini diharapkan dapat memperbaiki sistem distribusi sebelum aktivitas belajar mengajar kembali berjalan.
>>> KPK Periksa Iskandar Sitorus Terkait Kasus Korupsi Bea Cukai
"Program yang baik adalah program yang benar-benar memberi manfaat, bukan sekadar menghasilkan angka penerima manfaat yang besar," kata Charles Honoris.
Update Terbaru
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diperkirakan Hasilkan Dampak Ekonomi Rp472,5 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 20:09 WIB
UI Soroti Ketimpangan Akses Digital dan Pentingnya Inklusi Sistem
Jumat / 12-06-2026, 20:09 WIB
Dadali Rilis Single Baru 'Disaat Kau Berubah', Cerita tentang Cinta yang Memudar
Jumat / 12-06-2026, 20:09 WIB
Alisson Becker Puji Dampak Positif Carlo Ancelotti di Timnas Brasil
Jumat / 12-06-2026, 20:08 WIB
RSPO Dorong Sertifikasi Keberlanjutan Petani Sawit Swadaya Indonesia
Jumat / 12-06-2026, 20:08 WIB
Perkembangan AI Dorong Transformasi Digital dan Tantangan Keamanan Siber
Jumat / 12-06-2026, 20:05 WIB
5 Detail Gaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner
Jumat / 12-06-2026, 20:04 WIB
Review Film: Backrooms (2026) – Horor Psikologis yang Membingungkan
Jumat / 12-06-2026, 20:03 WIB
MIND ID Pamerkan Inovasi Pengelolaan Limbah di Invirotech 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:02 WIB
Tecno Pova 8 5G Resmi di India, Baterai 8.000 mAh dan Layar 144Hz
Jumat / 12-06-2026, 20:02 WIB
Sparta Rotterdam Nego Ragnar Oratmangoen Usai Dilepas FCV Dender
Jumat / 12-06-2026, 20:01 WIB
BMW Pamerkan Konsep M3 Listrik di Le Mans, Berdiri Bersanding dengan E30
Jumat / 12-06-2026, 20:01 WIB
60 Nama Bayi Perempuan Modern 2 Kata Bermakna Cerdas dan Indah
Jumat / 12-06-2026, 20:00 WIB
Bridgestone Indonesia Bagikan Panduan Keselamatan Road Trip Libur Sekolah
Jumat / 12-06-2026, 19:57 WIB






