Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menyiapkan strategi kolaborasi lintas sektor menjelang libur panjang sekolah tahun 2026.

Langkah ini diambil untuk menyiasati penurunan daya beli masyarakat yang masih berlangsung.

>>> Demo Mahasiswa di Sudirman-Thamrin Ganggu Transjakarta dan MRT

Ketua Umum GIPI Haryadi Sukamdani mengatakan sinergi antara sektor perhotelan, destinasi wisata, dan tur operasional bertujuan memberikan penawaran menarik dan hemat bagi calon pelancong.

"Ada upaya-upaya untuk membuat supaya perjalanan wisatanya menjadi lebih menarik dan worth for money," ujar Haryadi kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).

Menurut Haryadi, promosi dan harga yang kompetitif menjadi krusial karena berlibur di luar rumah bukan kebutuhan primer maupun sekunder saat ini.

>>> Cara Ajukan Bantuan Laboratorium IPA SMA 2026 Lewat SIMASPRAS

Destinasi Favorit dan Proyeksi Okupansi

Sejumlah daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Bali diproyeksikan tetap menjadi destinasi favorit dengan okupansi hotel stabil di angka 80 persen.

Sebaliknya, okupansi hotel di Jakarta diperkirakan hanya mencapai 60 hingga 65 persen selama libur sekolah.

Secara nasional, GIPI memprediksi okupansi hotel turun sekitar 5 persen dibandingkan capaian libur sekolah tahun lalu.

>>> Mengundang Mantan ke Pernikahan: Antara Kedewasaan dan Keikhlasan

"Kita perkiraan saja ya mungkin merasa nggak banyak sih mungkin sekitar 5% gitu lho. Mungkin ya harapan kita ya," tutur Haryadi.