PT BYD Motor Indonesia resmi meluncurkan mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) model M6 dengan harga mulai dari Rp 298 juta untuk wilayah DKI Jakarta.

Kehadiran medium MPV ini langsung menggebrak pasar otomotif nasional melalui penawaran harga yang sangat kompetitif di bawah Rp 300 juta.

>>> Yamaha Ungkap Alasan Peluncuran MX King 150 Prima Pramac Livery

Langkah strategis ini memicu perhatian besar mengingat kendaraan teknologi PHEV biasanya dipasarkan dengan harga premium di atas setengah miliar rupiah.

Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa efisiensi biaya ini berhasil dicapai berkat penguasaan teknologi serta sistem produksi mandiri berskala besar yang telah mereka bangun.

Strategi Vertical Integration BYD

Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan memberikan penjelasan mengenai strategi pemangkasan harga tersebut saat acara peluncuran resmi varian M6 DM.

"Sebenarnya tidak ada hal khusus ya. Ini adalah manifestasi dari vertical integration," kata Luther.

Perusahaan ini tercatat telah lama fokus dalam pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan.

Riset yang konsisten terhadap teknologi Dual Mode (DM) diklaim sudah berjalan selama puluhan tahun hingga mampu menekan biaya produksi ke tingkat paling efisien.

"BYD kan sudah bermain industri Dual Mode sudah lama, puluhan tahun.

Ini juga hasil research atas kemampuan dan kapasitas kita dari sisi produksi, sehingga menyebabkan kita mampu mencapai level itu (harga Rp 298 juta)," tambah Luther.

Fasilitas manufaktur yang mumpuni menjadi modal utama bagi pabrikan dalam menciptakan produk yang kompetitif. Kemampuan produksi massal ini sekaligus memosisikan perusahaan sebagai acuan baru dalam industri kendaraan hibrida.

"Saya bisa dibilang juga sebagai benchmark ya, sebenarnya dengan kapabilitas khususnya fasilitas produksi yang kita miliki saat ini, inilah yang bisa kita ciptakan," jelas Luther.