OpenAI dikabarkan tengah mempertimbangkan pemotongan harga secara signifikan untuk layanan kecerdasan buatan (AI) miliknya, ChatGPT. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi persaingan dari Anthropic PBC, pengembang chatbot Claude.

Rencana penurunan tarif token atau satuan pengukur penggunaan AI ini diproyeksikan akan memicu perang harga menjelang penawaran umum perdana (IPO) kedua perusahaan.

>>> Nonton Movie Marathon Transvision Diskon 20 Persen Pakai Allo Paylater

Informasi ini dilansir dari Bloombergtechnoz pada Jumat (12/6/2026).

Hingga saat ini, pembahasan internal OpenAI mengenai kebijakan pemotongan harga token masih berada dalam tahap awal.

Pihak OpenAI menolak memberikan komentar resmi terkait laporan yang sebelumnya juga diturunkan oleh The Wall Street Journal.

Persaingan Menjelang IPO

Persaingan perebutan pengguna antara OpenAI dan Anthropic terus memanas. Keduanya berusaha memanfaatkan antusiasme pasar modal yang tinggi terhadap sektor AI generatif.

OpenAI telah mengajukan permohonan pencatatan saham publik pekan ini setelah meraih valuasi sebesar US$852 miliar pada putaran pendanaan Maret lalu.

>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter per 10 Juni 2026

Sementara itu, Anthropic telah menunjuk sejumlah bank untuk menangani proses IPO mereka dengan valuasi mencapai US$965 miliar.

Kompetisi di sektor AI generatif diprediksi semakin ketat seiring persiapan IPO SpaceX milik Elon Musk pekan ini.

SpaceX diperkirakan memiliki valuasi US$1,8 triliun, termasuk lini bisnis xAI.

Raksasa teknologi seperti Microsoft Corp. dan Alphabet Inc. melalui Google juga tetap menjadi penantang utama di pasar AI.

Meskipun antusiasme pasar tinggi, biaya operasional yang membengkak mulai meredakan euforia.

>>> World Bank Sarankan Tiga Kebijakan untuk Perkuat Ekonomi Indonesia

Sejumlah perusahaan besar seperti Uber Technologies Inc. dan Walmart Inc. mulai membatasi penggunaan alat AI internal setelah anggaran tahunan habis lebih cepat.