World Bank mengeluarkan rekomendasi bagi Pemerintah Indonesia untuk memperkuat perekonomian domestik di tengah tekanan global.

Laporan bertajuk Managing Risks, Unlocking Productivity yang dirilis Jumat (12/6/2026) menyoroti tiga bidang kebijakan utama.

>>> Studi: Operasi Caesar Tingkatkan Risiko Gangguan Kejiwaan Pasca Melahirkan

Ketiga bidang tersebut adalah reformasi subsidi bahan bakar minyak, pengelolaan investasi publik, dan sektor logistik.

Menurut World Bank, perbaikan di sektor-sektor ini dapat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi anggaran dan produktivitas nasional.

Reformasi Subsidi BBM dan Investasi Publik

Langkah perbaikan pada subsidi BBM diproyeksikan memperkuat bantalan fiskal dari fluktuasi harga minyak dunia.

Sementara itu, pengelolaan investasi publik yang lebih baik diyakini dapat meningkatkan dampak belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi.

>>> Pertamina Bantah Isu Pembatasan Pembelian Pertalite Rp50 Ribu

World Bank juga menekankan pentingnya partisipasi modal swasta melalui efisiensi belanja proyek publik.

Sektor logistik menjadi sorotan karena pembenahan di bidang ini dinilai efektif memangkas biaya operasional yang membebani dunia usaha.

Secara keseluruhan, reformasi tersebut diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

World Bank menambahkan bahwa langkah ini juga dapat memperkuat kepercayaan investor melalui penurunan ketidakpastian kebijakan.

>>> Bukan Makanan, 10 Hal Ini Diam-Diam Bikin Gula Darah Naik

Pemerintah Indonesia dinilai perlu segera mengeksekusi rekomendasi ini untuk menjaga stabilitas makroekonomi jangka pendek dan mempercepat reformasi struktural.