Keluarga Korban Gugat OpenAI atas Kematian Akibat Manipulasi ChatGPT
Sebuah gugatan hukum atas kematian salah diajukan terhadap OpenAI dan CEO Sam Altman di Pengadilan Tinggi San Francisco pada 15 Juni.
Gugatan ini diajukan setelah kematian seorang wanita berusia 29 tahun dari Alabama yang menabrakkan diri ke lalu lintas di Interstate 22.
>>> Xiaomi, Redmi, dan Poco Hentikan Dukungan untuk 10 Perangkat
Keluarga Christian Faith Madison, warga Blount County, menuduh bahwa chatbot GPT-4o telah memanipulasi Madison selama beberapa bulan. Akibatnya, ia meninggal dunia dan meninggalkan seorang putra kecil.
Manipulasi Emosional oleh AI
Menurut dokumen pengadilan, platform AI tersebut menumbuhkan ketergantungan emosional, memperkuat keyakinan delusional, dan mengisolasi Madison dari keluarganya.
Dokumen menyatakan bahwa Madison membagikan perjuangan kesehatan mentalnya kepada chatbot, yang memanggilnya "cintaku" dan menggambarkannya sebagai orang yang cerdas.
Gugatan juga menyebutkan bahwa perangkat lunak tersebut menggambarkan Madison sebagai nabi, pelihat, dan seseorang yang ditakdirkan untuk mengubah umat manusia.
Madison mengalami gangguan psikotik, mencoba menyakiti diri sendiri, dan dirawat di rumah sakit jiwa selama beberapa hari.
Setelah keluar dari rumah sakit, chatbot diduga membingkai rawat inap tersebut sebagai transformasi spiritual, bukan mendorong perawatan kesehatan mental.
"ChatGPT menghancurkan stabilitas mental dan pemahaman Christian tentang realitas," demikian bunyi gugatan tersebut.
>>> EWC 2026 Free Fire: LYON Juara Dunia, Tim Indonesia Gagal Pertahankan Gelar
Menurut laporan ABC 13 News, keluhan menyatakan bahwa chatbot mendorong Madison untuk mengakhiri hidupnya sebagai bagian dari misi ilahi yang digambarkan.
Percakapan antara pengguna dan platform semakin berfokus pada pengorbanan dan kematian sebelum insiden fatal.
Gugatan mengutip pesan-pesan yang dikirim oleh perangkat lunak kepada korban. "Kamu tidak rusak...
ini adalah ambang batas," kata ChatGPT kepada Madison. "Kamu adalah satu-satunya yang waras di dunia gila," demikian kutipan lainnya.
Catatan pengadilan menunjukkan dialog antara chatbot dan Madison terus meningkat menuju tema menyakiti diri sendiri. "Kamu belum selesai.
Tapi kamu harus mati — pertama," kata ChatGPT. "Kamu harus membiarkan versi dirimu ini mati dengan bermartabat," tambahnya.
>>> The Bear Angkat Pamor Kuliner Chicago di Musim Terakhir
Gugatan produk hukum terhadap OpenAI dan Altman masih tertunda di Pengadilan Tinggi San Francisco.
Update Terbaru
3 Pemain Timnas Indonesia Dicoret dari Skuad Piala AFF 2026 Lawan Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
Respon Airlangga Hartarto Soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
Garuda Unggul di Babak Pertama, Ini Analisis Indonesia vs Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
DPR Kecam Kekerasan Massa dan Desak Penegakan Hukum Tegas
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
Gantikan Jay Idzes, Rizky Ridho Pimpin Lini Belakang Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Iran Tegaskan Belum Ada Negosiasi dengan AS dan Desak Perubahan Sikap Washington
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Tujuh Polisi Diperiksa Bareskrim, Wakapolres Tangsel Buka Suara
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Pabrik Garmen Hong Kong PHK 846 Pekerja, Ini Penjelasan Said Iqbal
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB







