Seorang wanita bernama Tiara harus menerima kenyataan pahit batal menikah hanya dua minggu sebelum hari H. Keputusan itu diambil setelah ia mengetahui calon suaminya berselingkuh dengan rekan kerja.

Kisah ini viral setelah dibagikan ulang oleh pembawa acara Ripaldi melalui akun Instagram @ripaldi_endikat. Ia mengunggah tangkapan layar percakapan dan cerita Tiara yang menyayat hati.

>>> Kabar Duka Nasional: Prof. Dr. Bachtiar Aly, Mantan Dubes RI untuk Mesir, Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

Tiara dan pasangannya telah menjalin hubungan selama lima tahun. Segala persiapan pernikahan sudah rampung 100 persen, mulai dari pemeriksaan kesehatan, dekorasi, hingga buku panduan pernikahan.

Namun, memasuki H-14, calon suami mulai mempermasalahkan sifat dan karakter Tiara. Belakangan terungkap bahwa pria tersebut menjalin hubungan dengan rekan kerjanya sendiri.

Bahkan, pada 22 Mei 2026, calon suami sempat mengatakan bersedia melanjutkan pernikahan tetapi akan langsung menceraikan Tiara setelahnya.

Ucapan itu semakin menguatkan keputusan Tiara untuk membatalkan acara.

Puncaknya pada 28 Mei 2026, Tiara harus menghubungi satu per satu vendor pernikahan, mulai dari MUA, dekorasi, katering, hingga fotografer, untuk membatalkan akad dan resepsi yang dijadwalkan pada 6-7 Juni 2026.

>>> Zodiak 27 Juli: Libra Waspada, Scorpio Tingkatkan Performa, Sagitarius Maju

Ia juga tidak menghadiri technical meeting dengan vendor karena pasangannya tidak datang. Beban mental yang berat membuat Tiara memutuskan untuk berkonsultasi ke psikolog.

Melalui kolom komentar, Tiara mengaku sudah ikhlas. "Aku akan tetap berusaha ikhlas sekali kalau batal nikah, karena mungkin ini bukan jodoh aku," tulisnya.

Ia juga menegaskan tidak membenarkan perselingkuhan. Sebelum viral, mantan calon suaminya sudah setuju jika kisah ini diungkap ke publik.

Warganet pun ramai memberikan dukungan. Banyak yang mendoakan agar Tiara mendapatkan pasangan yang lebih baik dan setia.

>>> Setelah Haji, Ashanty Berhijab: 'Imanku Naik Turun, Tapi Kini Mantap

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kegagalan menikah bukan akhir segalanya. Banyak yang melihatnya sebagai bentuk perlindungan dari Tuhan untuk masa depan yang lebih baik.