Kualitas tata kelola perusahaan dan sistem pengendalian internal menjadi faktor penentu utama keberlanjutan bisnis jangka panjang, terutama bagi korporasi yang mempersiapkan IPO.

Hal ini disampaikan oleh CEO SW Indonesia Michell Suharli dan Vice Director of Listed Company Development BEI Listyorini Dian Pratiwi dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

>>> DPR dan Pemerintah Sepakati Kenaikan Target Pendapatan Negara 2027

Michell Suharli menegaskan bahwa tantangan pasar bersifat sementara, sedangkan kualitas perusahaan bersifat permanen. "Market challenge is temporary.

Business quality is permanent. Kualitas perusahaanlah yang akan menentukan keberlanjutan jangka panjang," ujarnya.

Menurutnya, persiapan IPO harus diarahkan untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kuat agar perusahaan mampu menghadapi dinamika masa depan.

Manajemen yang transparan dan akuntabel kini menjadi perhatian utama investor.

>>> Tabel Angsuran Pinjaman KUR Mandiri Juni 2026: Tenor Hingga 60 Bulan

Dian Listyorini menambahkan bahwa penerapan good corporate governance merupakan instrumen penting untuk meningkatkan daya tarik korporasi di mata pemodal.

"Investor akan lebih tertarik pada perusahaan yang memiliki pertumbuhan dan tata kelola yang kuat," jelasnya.

Selain tata kelola, komunikasi efektif melalui fungsi investor relations juga berperan krusial. Penyampaian informasi kinerja secara berkala dan terbuka dapat memperkuat kepercayaan investor di tengah ketidakpastian pasar.

>>> Produser Resident Evil Veronica Beri Respons Misterius soal Remake Dino Crisis

SW Indonesia dan BEI menekankan bahwa IPO bukan sekadar menghimpun dana, melainkan momentum transformasi bisnis menuju profesionalisme dan pengelolaan risiko yang disiplin.