Transformasi IFG Pangkas 12 Entitas, Perkuat Tata Kelola
Kepala Badan Pengawasan BUMN sekaligus Direktur Operasional Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi Indonesia Financial Group (IFG) pada Rabu (22/7).
Pertemuan itu membahas percepatan program streamlining, transformasi struktur induk perusahaan, serta penguatan tata kelola dan efisiensi di perusahaan asuransi milik negara.
>>> Iran Bantah Tuduhan AS dan Israel soal Fasilitas Nuklir di Gunung Pickaxe
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut hingga Juli 2026, program penyederhanaan BUMN telah merampingkan sekitar 250 entitas dan menghemat biaya Rp50 triliun.
Di sektor asuransi dan penjaminan, IFG turut berperan dengan menyederhanakan 12 entitas demi suksesnya transformasi ekosistem BUMN.
Fokus pada Perbaikan Investasi
Dony menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari penyederhanaan struktur, tetapi juga dari perbaikan kualitas pengelolaan investasi.
Menurutnya, berbagai persoalan di industri asuransi berakar pada penempatan investasi yang tidak seimbang dengan kewajiban (liabilities), sehingga meningkatkan eksposur risiko.
"Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah mis-investment," ujar Dony dalam keterangan resmi.
>>> RI Raih Rating Utang AAA dari China, Apa Dampaknya bagi Investor?
Ia menambahkan, ketidakseimbangan portofolio investasi perlu segera diselesaikan. Pertumbuhan kewajiban yang tidak diimbangi kinerja aset investasi, khususnya di properti, berpotensi memperlebar kesenjangan keuangan.
"Saya khawatir gap-nya justru semakin besar karena liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti yang belum menghasilkan margin yang cukup," ucap Dony.
Melalui restrukturisasi induk perusahaan dan penyederhanaan entitas, IFG diarahkan membangun sistem pengelolaan investasi yang lebih tertib dan disiplin.
Selain itu, fungsi manajemen risiko diperkokoh dan setiap pengembangan produk asuransi harus didasarkan pada analisis risiko yang matang.
>>> Media Asia Klaim Jepang Ajak Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2046
Langkah ini diharapkan menjamin keberlangsungan usaha jangka panjang industri asuransi BUMN dan mencegah terulangnya kesalahan penempatan investasi di masa depan.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







