Sebaliknya, tenor acuan 10 tahun mulai banyak diburu sehingga yield turun 2,2 bps ke 7,42%. Tenor 11 tahun merosot 12,3 bps ke 7,4%.

Sentimen positif datang dari Danantara yang sukses menghimpun dana US$1,5 miliar melalui penerbitan obligasi dolar global perdana.

Tingginya permintaan membuktikan minat investor pada aset domestik masih terjaga.

Di pasar regional Asia, penurunan harga minyak mendapat respons positif. Won Korea Selatan memimpin penguatan, diikuti baht Thailand, rupiah, ringgit Malaysia, yuan China, dan dolar Hong Kong.

Sementara yen Jepang, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan yuan offshore masih melemah. Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat, dengan MSCI Asia Pacific Index naik 2%.

Indeks Kospi Korea Selatan melesat 7% berkat reli saham teknologi dan kecerdasan buatan. Optimisme pasar global menguat setelah indikasi AS dan Iran semakin dekat dengan kesepakatan diplomatik.

>>> GoPro Terancam Bangkrut, Peringatan Going Concern Dikeluarkan

"Meski jalan menuju penyelesaian mungkin tidak mulus, skenario dasar kami adalah diplomasi pada akhirnya menang sehingga investor dapat kembali fokus pada fundamental ekonomi," kata Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS, dikutip Bloomberg News.