Pembalap tim Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa motor yang mengalami kendala akselerasi saat keluar tikungan pada seri MotoGP di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, Jumat (12/6/2026).

Juara dunia WorldSBK tiga kali itu merasa kehilangan peluang untuk menembus posisi 10 besar akibat hambatan di lintasan, meskipun performa pengereman motornya sudah cukup baik.

>>> Bayern Munich Turunkan Harga Kim Min-jae demi Transfer ke Juventus

Pada Sprint Race, Toprak finis di posisi ke-13 dan menjadi pembalap Yamaha dengan posisi tertinggi.

Sementara itu, pada balapan utama, Jack Miller menempati posisi ke-8 sebagai pengendara Yamaha terdepan.

Kendala Teknis dan Harapan Perbaikan

Toprak menjelaskan bahwa situasi rumit sejak awal balapan membuatnya kehilangan banyak waktu untuk bersaing di kelompok depan.

"Kalau saya start lebih depan, mungkin ada peluang finish di top 10. Saya banyak terjebak dalam kekacauan, terutama di tikungan pertama," kata Toprak.

Sirkuit Balaton Park yang memiliki karakter stop-and-go sebenarnya sangat disukai oleh pembalap asal Turki tersebut karena sesuai dengan gaya balapnya, terutama pada bagian chicane.

"Saya menikmatinya karena saya suka karakter stop-and-go. Terutama bagian chicane.

>>> Atletico Madrid Sepakati Transfer Lee Kang-in dari PSG

Saya sangat kuat di sana," ungkap Toprak.

Namun, kendala teknis muncul saat ia mulai memutar tuas gas. Roda belakang motor mengalami slip berlebih yang merusak momentum akselerasi.

"Saat pengereman saya sudah cukup senang tetapi dari sisi akselerasi, motornya masih belum bagus," katanya.

Masalah hilangnya traksi ini terjadi terutama di tikungan panjang, sehingga kecepatan motor Yamaha tidak bisa dimaksimalkan oleh pembalap berusia 29 tahun tersebut.

"Begitu saya membuka gas, saya merasakan roda belakang spin dan akselerasi menjadi hancur," terangnya.

Data telemetri mengenai kendala teknis ini telah diketahui oleh kru mekanik untuk ditinjau lebih mendalam demi meningkatkan performa pada seri balapan berikutnya.

>>> Hwang In-Beom Jadi Kunci Lini Tengah Korea Selatan di Piala Dunia 2026

"Mereka lihat dari data, they tahu masalahnya," terang Toprak.