Manajer Manchester United Michael Carrick merombak strategi lini tengah menjelang kompetisi musim baru. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan potensi menyerang gelandang muda Kobbie Mainoo.

Rencana perubahan taktis tersebut disiapkan setelah Carrick resmi menandatangani kontrak permanen berdurasi dua tahun pada Mei 2026.

>>> Hong Myung-bo Rilis Daftar Nomor Punggung Timnas Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026

Keputusan ini diambil setelah adanya sorotan dari gelandang tim nasional Inggris Declan Rice yang meragukan kinerja tanpa bola serta efektivitas defensif Mainoo menjelang Piala Dunia 2026.

Laporan media Inggris The Sun menyebutkan bahwa Carrick terinspirasi oleh dominasi trio gelandang Paris Saint-Germain, yaitu Fabian Ruiz, Joao Neves, dan Vitinha, saat menjuarai Liga Champions.

Untuk memuluskan transformasi ini, Carrick tetap mempertahankan formasi 4-2-3-1 dengan Bruno Fernandes sebagai pengatur serangan utama.

Guna memperkuat lini pertahanan, manajemen Setan Merah menyepakati transfer gelandang bertahan Ederson Silva dari Atalanta senilai 35 juta Euro hingga 38 juta paun.

Sementara itu, masa depan Mainoo telah diamankan lewat kontrak baru berdurasi lima tahun pada April lalu.

Peran Baru Kobbie Mainoo

"Carrick ingin mengubah peran Kobbie Mainoo dengan mendorong pemain internasional Inggris tersebut lebih sering melakukan lari melewati pertahanan lawan," tulis laporan media Inggris mengenai rencana internal klub.

Perubahan ini dirancang agar Mainoo dapat lebih agresif menyerang ruang di belakang pertahanan lawan dan meningkatkan produktivitas golnya setelah hanya mencetak satu gol pada musim lalu.

Kebijakan Carrick ini memicu perdebatan mengenai potensi penurunan performa tim seperti era Ole Gunnar Solskjaer. Namun, langkah tersebut dibela oleh legenda klub Teddy Sheringham.

"All the talk that this might end up like under Ole Gunnar Solskjaer, that's absolute rubbish.