Ia sebelumnya memimpin klub raksasa Turki tersebut selama dua dekade dari 1998 hingga 2018.

Kabar kesepakatan ini diperkuat oleh pernyataan Ertan Torunogullari, mantan pengurus Fenerbahce era Sadettin Saran.

Menurut Torunogullari, pemain berusia 34 tahun itu menunjukkan antusiasme besar untuk berkompetisi di Turki dan proses diskusi berjalan positif.

Prioritas Utama Piala Dunia 2026

Sebelum merampungkan kepindahannya ke klub baru, Salah kini memfokuskan diri memimpin Mesir yang tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Iran.

Mesir dijadwalkan bersua Belgia di Seattle pada 15 Juni, disusul laga melawan Selandia Baru di Vancouver pada 21 Juni.

Pertandingan pamungkas fase grup akan mempertemukan Mesir dengan Iran pada 26 Juni yang digelar kembali di Seattle.

Setibanya di Amerika Serikat, Salah menegaskan komitmen penuhnya untuk membawa negaranya melangkah jauh di turnamen ini.

"Saya pikir kami hanya perlu fokus pada pemusatan latihan dan berlatih dengan keras, lalu kita lihat apa yang terjadi di fase grup," kata Salah, seperti dikutip ESPN.

"Kami ingin membuat rakyat kami bangga dan kami akan memberikan yang terbaik. Ini grup yang sulit.

Semua tim punya peluang. Kami akan memberikan kemampuan terbaik kami dan melihat hasilnya nanti.

>>> Kawasaki Luncurkan Modenas Brusky 125, Skutik Sporty Perdana di PRJ 2026

Semoga kami bisa melangkah jauh," imbuh Salah.