Harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan pada sesi perdagangan Kamis (11/6/2026).

Di pasar spot, harga emas ditutup pada level US$ 4.217 per troy ons, naik 3,56% dibandingkan hari sebelumnya.

>>> 5 Manfaat Introspeksi Diri Menjelang Tahun Baru Islam

Kenaikan ini terjadi setelah harga emas terkoreksi hingga 9% selama empat hari berturut-turut.

Penurunan tersebut membuat nilai investasi emas kembali menarik bagi pelaku pasar.

Aksi bargain hunting atau berburu saham murah di posisi bawah mendorong volume permintaan.

Kondisi pasar yang bergairah berhasil mengerek harga emas ke zona hijau.

Faktor eksternal dari Timur Tengah turut mendukung pergerakan komoditas ini.

Bloomberg News melaporkan Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.

Keputusan itu memicu optimisme global bahwa pendekatan diplomasi berjalan demi perdamaian.

Trump mengklaim kesepakatan damai berpotensi ditandatangani akhir pekan ini di Eropa.

Agenda tersebut rencananya dihadiri Wakil Presiden AS JD Vance.

Sinyal perdamaian langsung berdampak pada pasar energi dunia.

Harga minyak brent jatuh hampir 3% ke US$ 90,38 per barel pada penutupan perdagangan kemarin.

>>> Jaksa Agung Florida Gugat OpenAI dan CEO Sam Altman

Harga minyak yang lebih stabil diperkirakan meredam risiko lonjakan inflasi.

Situasi ini memberi ruang bagi bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan suku bunga.

Emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi kurang kompetitif saat suku bunga tinggi.

Prospek perdagangan Jumat (12/6/2026) menunjukkan indikator bervariasi.

Secara teknikal, emas masih berada di area bearish dengan RSI 14 hari di angka 36.

Namun, Stochastic RSI 14 hari di posisi 56 mengindikasikan zona beli yang cukup kuat.

Target resisten terdekat berada di US$ 4.221 per troy ons (MA 5).

Jika penguatan berlanjut, target berikutnya di kisaran US$ 4.229 hingga US$ 4.319 per troy ons.

Target paling optimistis di US$ 4.515 per troy ons.

Jika tekanan jual muncul, level US$ 4.155 per troy ons menjadi pivot krusial.

Kegagalan bertahan di titik itu berpotensi menyeret harga ke rentang US$ 4.121 sampai US$ 4.080 per troy ons.

>>> Proses Terbentuknya Air Hujan dari Permukaan Bumi

Skenario terburuk membawa support terjauh di level US$ 3.892 per troy ons.