Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan tidak akan memperpanjang United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA) yang akan ditinjau tahun ini.

Dalam pernyataan di Gedung Putih, Trump mengatakan, "Saya tidak berniat memperpanjangnya." Ia menambahkan bahwa AS tidak membutuhkan apa pun yang ditawarkan Kanada atau Meksiko.

>>> Review Lexus ES 350h Generasi Kedelapan: Transformasi Sedan Sporty

Trump juga mengeluhkan defisit perdagangan dengan kedua negara dan menginginkan surplus. Namun, ia mengaku masih berdialog dengan mitranya dan melihat kemungkinan hasil dari pembicaraan tersebut.

Dampak pada Industri Otomotif

Jika USMCA benar-benar tidak diperpanjang, harga mobil impor dari Kanada dan Meksiko bisa melonjak tajam. Produsen otomotif yang memiliki pabrik di kedua negara akan terkena dampak besar.

Sebelumnya, pemerintahan Trump dilaporkan ingin menaikkan persyaratan kandungan suku cadang asal Amerika Utara dari 75% menjadi 82% untuk mendapatkan perlakuan preferensial.

Setidaknya 50% dari nilai tersebut harus berasal dari AS.

>>> Dealer Nissan di New York Didenda karena Kenakan Biaya $2.563 untuk Selotip 8 Sen

Perubahan ini signifikan karena aturan saat ini hanya mewajibkan 40-45% "suku cadang inti" diproduksi di yurisdiksi bergaji tinggi seperti Kanada atau AS.

Dengan aturan baru, AS bisa meminggirkan Kanada.

Meski demikian, pernyataan Trump belum tentu menjadi kenyataan.

Ada pepatah "Trump Always Chickens Out" yang menunjukkan bahwa ia mungkin hanya menggertak untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik.

>>> Korlantas Polri Kaji Penerapan STNK Digital untuk Pengendara

Hubungan AS dan Kanada saat ini sedang tegang. Mengakhiri USMCA hanya akan memperburuk situasi dan mengganggu rantai pasok otomotif yang sudah mapan.