FIFA angkat bicara terkait pencabutan jatah tiket resmi pendukung tim nasional Iran untuk Piala Dunia 2026. Langkah mendadak itu memicu protes dari Federasi Sepakbola Iran (FFIRI).

FFIRI mengonfirmasi bahwa alokasi 8 persen tiket pertandingan yang biasanya diperoleh negara peserta tidak bisa didistribusikan kepada suporter Iran.

>>> KLY Sports Kirim Jurnalis Liput Langsung Piala Dunia 2026

Banyak penggemar telah menyelesaikan administrasi perjalanan secara resmi.

Pihak federasi menyoroti kerugian materi dan akomodasi yang dialami para pendukung akibat kebijakan mendadak tersebut. Mereka menilai langkah ini mencederai sportivitas global.

"Menghalangi suporter Iran mendapatkan alokasi tiket resmi merupakan tindakan bertentangan dengan semangat kompetisi internasional," tulis FFIRI. Mereka juga menduga adanya intervensi politik dari penyelenggara.

Respons FIFA

Menanggapi situasi ini, FIFA segera bergerak mencari solusi bagi para penggemar yang terdampak. Organisasi sepak bola dunia itu berkomunikasi erat dengan FFIRI.

>>> 11 Pemain Terbaik Serie A yang Akan Berlaga di Piala Dunia 2026

"FIFA bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran untuk mengidentifikasi solusi guna memaksimalkan peluang suporter Iran menghadiri pertandingan," ungkap pernyataan FIFA.

Sebelumnya, persiapan skuad Iran sempat terganggu konflik regional sehingga mereka memindahkan markas dari Arizona ke Meksiko. Kendala visa staf dan lokasi latihan juga dihadapi.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa dengan tim kini berada di Meksiko, FIFA akan terus berdialog dengan FFIRI untuk memastikan pengalaman positif bagi tim dan delegasi.

>>> Gong Piala Dunia 2026 Resmi Ditabuh, Meksiko vs Afrika Selatan Jadi Pembuka

Iran dijadwalkan melakoni laga perdana Grup G melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026.