Noel Gallagher Tolak Proyek Musik Piala Dunia dan Kritik Kemeriahan Berlebihan
Mantan personel Oasis, Noel Gallagher, menolak tawaran untuk terlibat dalam proyek lagu resmi Timnas Inggris untuk Piala Dunia.
Penolakan itu diungkapkannya saat menjadi tamu di program talkSPORT Breakfast menjelang Piala Dunia 2026.
>>> Fabio Cannavaro Klarifikasi Pemeriksaan Timnas Uzbekistan di AS
Gallagher mengaku pernah diminta berpartisipasi dalam lagu berjudul (How Does It Feel to Be) On Top of the World untuk Piala Dunia 1998.
Namun, ia menegaskan bahwa lagu tersebut bukan jenis yang akan ia tulis.
"Saya pernah diminta terlibat dalam salah satunya, tetapi tidak pernah diminta menulis lagu," ujar Gallagher.
Ia menambahkan bahwa proyek itu melibatkan Ocean Colour Scene dan Ian McCulloch, namun akhirnya tenggelam oleh popularitas 'Three Lions'.
Kritik terhadap Pertunjukan Paruh Waktu Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat akan menghadirkan pertunjukan paruh waktu ala Super Bowl di Stadion MetLife. Rencana tersebut menuai kritik tajam dari Gallagher.
"Saya tidak suka perubahan dalam sepak bola.
Saya suka aturan baru soal tendangan sudut dan mengulur-ulur waktu, mungkin itu bagus untuk permainan, tetapi saya tidak suka kemeriahan berlebihan dalam sepak bola," tegasnya.
>>> Roberto Martinez Atur Menit Bermain Ronaldo demi Jaga Kondisi Jelang Piala Dunia
Gallagher menilai sepak bola sudah berjalan baik selama ratusan tahun tanpa perlu pertunjukan paruh waktu. Ia pun menjawab 'tidak' saat ditanya apakah ia menyukai konsep tersebut.
Prediksi Kegagalan Timnas Inggris
Selain soal musik, Gallagher juga memprediksi nasib Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Ia yakin Inggris akan kembali gagal seperti turnamen sebelumnya.
"Inggris akan melakukan apa yang selalu mereka lakukan.
Mereka akan mencapai perempat final, lalu menghadapi tim yang setara atau sedikit lebih baik, dan semuanya akan runtuh," katanya.
Gallagher tidak menjagokan Inggris sebagai juara. Ia berharap final Piala Dunia 2026 mempertemukan Brasil melawan Argentina.
Ia menyebut Portugal sebagai kuda hitam yang patut diwaspadai, sementara Prancis dan Spanyol tetap menjadi kandidat terkuat.
>>> Mengenal Sejarah dan Aturan Ketat Trofi Piala Dunia
"Inggris memang pernah mencapai semifinal Piala Dunia dan dua final Euro, tetapi apakah itu akan terulang lagi?" ujarnya.
Update Terbaru
Lenovo ThinkTab X11 Resmi Dipesan, Baterai Bisa Diganti Sendiri
Jumat / 12-06-2026, 01:24 WIB
Logitech Luncurkan Spotlight 2, Remote Presentasi dengan Sorotan Digital
Jumat / 12-06-2026, 01:16 WIB
Diskon Maserati Grecale EV Capai Rp300 Juta, Tapi Masih Terasa Mahal
Jumat / 12-06-2026, 01:04 WIB
Real Madrid dan Atletico Madrid Bersaing Dapatkan Bernardo Silva
Jumat / 12-06-2026, 00:52 WIB
Tiga Klub La Liga Berebut Bernardo Silva Jelang Piala Dunia
Jumat / 12-06-2026, 00:48 WIB
Piala Dunia 2026 Gunakan AI dan Bola Pintar untuk Bantu Wasit
Jumat / 12-06-2026, 00:46 WIB
BTN Jakarta International Marathon 2026 Digelar Akhir Pekan Ini, Diikuti 45 Ribu Pelari
Jumat / 12-06-2026, 00:40 WIB
Vidio Gelar Roland Garros Final 2026 Watch Party untuk Komunitas Tenis
Jumat / 12-06-2026, 00:37 WIB
Gubernur DKI dan BTN Siapkan Rute Steril untuk Jakim 2026
Jumat / 12-06-2026, 00:37 WIB
PB Akuatik Indonesia Rampungkan Persiapan Kejuaraan Renang di Bali
Jumat / 12-06-2026, 00:36 WIB
5 Pilihan Mini Proyektor dan TV untuk Nobar Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 00:36 WIB
Vidio Gelar Nonton Bareng Final Roland Garros 2026 Bersama Komunitas Tenis
Jumat / 12-06-2026, 00:36 WIB
PB Akuatik Indonesia Rampungkan Persiapan Kejuaraan Renang Asia di Bali
Jumat / 12-06-2026, 00:32 WIB
Meksiko vs Afrika Selatan Buka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca
Jumat / 12-06-2026, 00:31 WIB






