FIFA memastikan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat akan menjadi turnamen paling canggih berkat penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kesalahan fatal wasit seperti gol tangan Tuhan Maradona pada 1986 dan gol Frank Lampard yang tidak disahkan pada 2010.

>>> Manchester United Bidik Karl Darlow untuk Perkuat Sektor Kiper

Inovasi AI untuk Keputusan Akurat

Salah satu inovasi utama adalah Advanced Semi-Automated Offside Technology versi terbaru yang mampu mendeteksi offside secara instan melalui pelacakan pemain 3D.

FIFA juga menghadirkan Football AI Pro, asisten AI generatif yang membantu semua tim menganalisis performa pemain dan taktik secara setara.

Fitur Referee View berupa kamera AI pada perangkat wasit akan menstabilkan gambar untuk kebutuhan siaran dan evaluasi.

Selain itu, ada Avatar 3D Pemain untuk pemindaian tubuh dan analisis teknis, serta bola resmi TRIONDA yang dilengkapi sensor gerak untuk menyinkronkan data dengan sistem VAR.

>>> Timnas U19 Indonesia Dapat Tambahan Pemain Hadapi Australia

Aturan Baru untuk Sportivitas

FIFA memperketat aturan pertandingan, termasuk perluasan wewenang VAR untuk mengintervensi kartu kuning kedua, kekeliruan identitas pemain, dan pelanggaran saat tendangan sudut.

Pemain dilarang menutup mulut saat berkonfrontasi agar percakapan terkait rasisme atau penghinaan terpantau.

Manajemen waktu diperketat dengan hitungan mundur 5 detik untuk lemparan ke dalam atau tendangan sudut, serta batas 10 detik untuk pergantian pemain.

Pemain yang dirawat di lapangan wajib keluar minimal satu menit untuk mencegah manipulasi waktu, dan wasit harus memberikan jeda air minum pada menit ke-22 setiap babak.

>>> Ronald Koeman Pertanyakan Keraguan Barcelona soal Transfer Rashford

Modernisasi ini melanjutkan perjalanan digitalisasi sepak bola sejak Goal-Line Technology pada 2014 dan VAR pada 2018, dengan komitmen FIFA menjaga integritas dan keadilan di lapangan.