Fabio Quartararo memastikan hubungannya dengan Yamaha tetap harmonis meskipun performa mesin baru V4 mengecewakan musim ini.

Pebalap Monster Energy Yamaha itu menegaskan situasi sulit tidak akan menghancurkan catatan sejarah yang telah mereka bangun bersama di MotoGP.

>>> Suporter Juventus dan Torino Dilarang Tandang 10 Pekan Akibat Kericuhan

Pebalap asal Prancis ini menghabiskan seluruh karier kelas utamanya bersama Yamaha.

Sejak debut bersama tim satelit Petronas SRT pada 2019, ia langsung menunjukkan daya saing tinggi di atas motor YZR-M1.

Karier Quartararo melesat setelah mempersembahkan kemenangan perdana di MotoGP pada 2020.

Langkahnya semakin mantap ketika menggantikan Valentino Rossi di tim pabrikan pada 2021, yang langsung berbuah gelar juara dunia.

Namun, masa kejayaan mulai menurun sejak paruh kedua 2022.

Meski tetap menjadi tumpuan utama pabrikan garpu tala, Quartararo hanya mampu mengamankan empat podium grand prix sejak 2023.

Asa bangkit sempat muncul saat Yamaha mengumumkan proyek mesin baru V4. Mesin itu sudah diuji coba Quartararo pertama kali pada September tahun lalu.

Sayangnya, performa di lintasan belum sesuai harapan. Quartararo blak-blakan menyatakan kekecewaannya terhadap minimnya progres motor baru tersebut.

Kondisi ini memicu spekulasi soal masa depannya. Quartararo bahkan dikabarkan telah menandatangani kontrak untuk 2027 bersama Honda sebelum musim ini dimulai.

Padahal, ia sempat mencatat hasil positif dengan mesin V4, menembus posisi enam besar berturut-turut di GP Le Mans dan Catalunya.

Tren itu terhenti setelah gagal meraih poin di Mugello, sebelum bertolak ke Hungaria.

“Saya tidak senang dengan bagaimana kami meningkatkan motor. Ini sama seperti September 2025.

>>> Raffi Ahmad Bantah Tuduhan Suap Bea Cukai Blueray Cargo dan Minta Arahan Istana