Otoritas Amerika Serikat menolak masuknya wasit asal Somalia, Omar Artan, yang dijadwalkan bertugas dalam turnamen Piala Dunia 2026 di Miami pada Sabtu (6/6/2026).

Pengusiran ini dilakukan setelah adanya dugaan keterlibatan sang pengadil lapangan dengan jaringan terorisme.

>>> Cara Mengajukan GoPay Pinjam agar Cepat Disetujui, Lengkap dengan Syaratnya

Artan dideportasi setelah menjalani interogasi intensif selama 11 jam di Bandara Internasional Miami. Ia langsung dipulangkan ke Turki.

Pemeriksaan oleh petugas perbatasan berfokus pada situasi politik di Somalia serta isu hubungan Artan dengan kelompok Al Shabaab.

Meskipun Artan membantah keras segala tuduhan, dirinya sempat mendekam di ruang tahanan bandara sebelum resmi dipulangkan.

FIFA Dukung Keputusan AS

Tindakan tegas dari pihak keimigrasian ini mendapat pembelaan penuh dari Direktur Eksekutif Gugus Tugas FIFA sekaligus pejabat Gedung Putih, Andrew Giuliani.

>>> Nico Paz Kecam Hoaks Cedera Lutut Usai Bela Argentina

"Meskipun saya tidak dapat membahas detailnya, saya dapat memberi tahu Anda bahwa itu adalah keputusan yang tepat oleh bea cukai dan patroli perbatasan dan saya mendukung keputusan itu," kata Giuliani.

Giuliani menambahkan bahwa penyaringan ketat ini merupakan kebijakan mutlak untuk mencegah potensi ancaman masuk ke wilayahnya.

"Siapa pun yang berkomunikasi dengan tokoh-tokoh jahat tidak akan diizinkan masuk," tegas Giuliani.

Kebijakan penolakan ini sejalan dengan status Somalia yang masuk dalam daftar hitam oleh Presiden AS Donald Trump.

>>> Portugal Bawa Skuad Mentereng ke Piala Dunia 2026, tapi Sorotan Tetap ke Cristiano Ronaldo

Pemerintah AS secara konsisten mengategorikan Somalia sebagai wilayah perlindungan bagi kelompok teroris yang membahayakan keamanan domestik mereka.