Penjaga gawang Granada, Luca Zidane, resmi masuk dalam skuad utama Timnas Aljazair untuk Piala Dunia 2026.

Pemain berusia 28 tahun itu diyakini akan menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Aljazair selama turnamen berlangsung.

>>> Dua Elang Jawa Dilepasliarkan di Lanskap Megamendung Bogor

Keputusan Luca membela Aljazair membuatnya menempuh jalur karier internasional yang berbeda dari sang ayah, Zinedine Zidane, yang melegenda bersama Prancis.

Luca tercatat sudah melakoni debut pada 10 Oktober 2025 dengan torehan impresif: lima kali clean sheets dan hanya kebobolan tiga gol.

Pada putaran final Piala Dunia 2026, Timnas Aljazair tergabung di Grup J bersama Argentina, Austria, dan Yordania.

Sebelum memantapkan pilihan ke tim senior Aljazair, Luca sempat memperkuat Timnas Prancis untuk kategori kelompok umur.

Motivasi mendalam di balik keputusannya membela tanah kelahiran leluhur diungkapkan oleh sang kiper.

"Ketika saya memikirkan Aljazair, saya teringat kakek saya. Kultur Aljazair sudah melekat di keluarga kami sejak saya kecil," ujar Luca.

Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan keluarga, terutama sang kakek, menjadi faktor krusial yang membulatkan tekadnya.

>>> Kegagalan Interview Kerja Sering Dipicu Teknik Komunikasi yang Lemah

"Saya berbicara dengan kakek saya sebelum memutuskan membela Aljazair. Dia sangat senang," sambungnya.

Langkah Luca bergabung dengan Aljazair juga mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota keluarga setelah komunikasi resmi dengan pelatih tim nasional.

"Ketika federasi dan pelatih mengontak saya, saya sudah mantap menetapkan pilihan. Setelahnya saya berbicara dengan keluarga, mereka semua senang," tambah pemain Granada tersebut.

Melalui pilihan ini, anak legenda sepak bola dunia itu menegaskan komitmen untuk mengukir sejarahnya sendiri tanpa bayang-bayang prestasi masa lalu sang ayah.

"Ayah saya punya jalannya sendiri dan saya punya jalan sendiri," tegasnya.

Respons positif datang dari internal skuad Aljazair. Kapten Riyad Mahrez menilai Luca memiliki sikap yang membumi, meski beban nama besar 'Zidane' tidak dapat dihindari.

"Dia seperti pemain pada umumnya. Dia bisa beradaptasi dengan baik dan bermain bagus.

>>> Menteri Keuangan Purbaya Bidik Inflasi 1,5 Persen Hingga 3,5 Persen pada 2027

Tapi tentu, nama 'Zidane' padanya adalah beban yang berat," jelas Mahrez.