Terkait tiga program prioritas pemerintah, Adidaya Institute menemukan bahwa respons di dunia nyata berbanding terbalik dengan dinamika percakapan di platform digital.

"Tidak seperti di sosial media yang riuh dengan pesimisme, di dunia nyata, mayoritas publik justru mendukung program-program unggulan Prabowo-Gibran," ucap Fadhli.

Dukungan riil tersebut dianggap sebagai modal politik yang sangat kuat bagi jalannya roda pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan. "Hasil survei sangat mengagumkan.

71,5 persen setuju MBG, 75,6 persen menyetujui KDKMP dan 93,3 persen mendukung program CKG.

Di tengah tingginya kritik dan keluhan di media sosial, angka persetujuan responden ini tentu menjadi modal dukungan keberlanjutan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran," ujar Fadhli.

Berdasarkan analisis statistik, mayoritas warga meyakini dua dari tiga program utama tersebut akan memberikan dampak yang signifikan secara langsung bagi kesejahteraan domestik mereka.

"Mayoritas responden juga percaya program MBG dan CKG bakal berdampak langsung pada keluarga.

Hanya pada program KDKMP, keraguan publik atas dampak langsung pada keluarga berada pada level yang cukup tinggi," kata Fadhli.

Meskipun mendukung penuh, masyarakat tetap mengirimkan pesan kuat kepada pemerintah agar segera membenahi sistem manajemen dan operasional program agar tidak terjadi penyimpangan.

"Semua responden sepakat masalah utama ada pada tata kelola organisasi, baik pada program MBG maupun KDKMP.

Karena itu, pesannya sungguh sangat sederhana: program unggulan pemerintahan Prabowo Gibran harus terus berjalan," tuturnya.

Fadhli menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa hasil pengumpulan data ini membuktikan posisi legitimasi politik Presiden Prabowo masih sangat kokoh di mata rakyat.

>>> Jadwal Imunisasi Influenza Anak untuk Cegah Komplikasi Serius

"Secara statistik, mayoritas responden menolak upaya makar terhadap Prabowo-Gibran. Ini boleh jadi sinyalemen mayoritas rakyat memang masih sangat percaya dengan Presiden Prabowo," sambung dia.