PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meluncurkan platform digital Space by KAI pada Rabu (10/6/2026) di Jakarta.

Platform ini digunakan untuk menyewakan aset perusahaan seluas 327,82 juta meter persegi yang tersebar di Sumatra dan Jawa.

>>> Hisense Gandeng Sonovision Perluas Jaringan Ritel di India Selatan

Langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi non-farebox untuk mempercepat pemasaran aset agar lebih efisien dan menjangkau lebih banyak investor.

Seluruh informasi lahan yang ditawarkan terintegrasi langsung dengan database perusahaan dan dilengkapi visualisasi peta interaktif.

Fitur dan Manfaat Space by KAI

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra menjelaskan bahwa aplikasi ini mempermudah langkah awal kemitraan usaha.

"Ini bukan hanya sekadar katalog aset, tetapi ini adalah pintu awal kemitraan.

Di mana para pelaku usaha dapat melihat peluang bisnis, memahami potensi bisnis dan memulai langkah-langkah pertama bersama KAI dengan cara yang lebih sederhana dan mudah," ujarnya.

Sistem pencarian dalam platform sudah dilengkapi teknologi geotagging untuk memastikan akurasi posisi lahan bagi calon mitra bisnis.

>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax Green 95 Jadi Rp17.000 per Liter

KAI juga menyediakan fitur komunikasi langsung untuk memfasilitasi proses negosiasi usaha secara daring.

Status hukum atas seluruh tanah yang dipasarkan dipastikan sudah aman dari potensi perselisihan legalitas.

Executive Vice President of Sales KAI Zuhril Alin mengatakan, "Harapan kami bisa mendukung pendapatan perusahaan itu.

Kalau terhadap lahannya sendiri, 20% dari optimalisasi lahan kami [terwujud], itu akan memberikan cukup berdampak terhadap perusahaan secara umum."

Ke depannya, KAI berencana memperluas jangkauan Space by KAI ke dalam ekosistem aplikasi Access by KAI.

>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 Per Liter per 10 Juni 2026

Pengembangan lanjutan tersebut diproyeksikan mencakup penambahan fitur simulasi biaya usaha, analisis pengembalian investasi (ROI), hingga integrasi dengan institusi pembiayaan.