Seorang mahasiswa berusia 23 tahun di Provinsi Henan, China, dilarikan ke ruang gawat darurat dan harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal akut.

Kondisi ini dipicu oleh latihan otot kaki atau leg day yang dilakukan secara ekstrem pada Rabu (10/6/2026).

>>> Saham BBCA Melejit 9,71 Persen ke Level Rp 5.650

Menurut dr Liu Haofei, dokter spesialis ginjal dari First Affiliated Hospital of Henan University of Chinese Medicine, pasien tumbang karena berolahraga terlalu keras.

"Dia berusaha terlalu keras dalam latihan kakinya, yang akhirnya memicu terjadinya rhabdomyolysis," jelas dr Liu dikutip dari SCMP.

Gejala awal yang dialami pasien berupa kemunculan darah pada urine atau air kencing berwarna gelap.

Keadaan memburuk dengan cepat hingga pasien tidak bisa buang air kecil dan kehilangan kemampuan berjalan akibat nyeri otot ekstrem.

>>> Honor X5c Plus Resmi di Indonesia, Baterai 5.260 mAh Harga Rp2,3 Juta

Pemeriksaan medis menunjukkan kadar creatine kinase, indikator tingkat kerusakan otot, melonjak drastis hingga 20.000 unit per liter.

Angka ini lebih dari 100 kali lipat di atas batas normal akibat rhabdomyolysis, yaitu kondisi hancurnya jaringan otot rangka karena aktivitas fisik berlebihan.

Kasus serupa akibat overtraining pernah tercatat di China, seperti pemuda yang mengalami rhabdomyolysis setelah latihan perut satu jam penuh tanpa jeda, atau langsung berolahraga berat selama 20 hari berturut-turut setelah lama pasif.

Pencinta kebugaran, terutama pemula, diimbau untuk tidak langsung mengambil porsi latihan berat.

>>> Saham BBCA Melesat 9,7 Persen Usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Dianjurkan minum air putih sekitar 200-300 mililiter setiap 30 menit selama sesi olahraga untuk membantu ginjal menyaring racun.