Produsen otomotif asal China, BYD, menargetkan posisi sebagai produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan.

Target tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan perusahaan, Wang, pada Rabu (10/6/2026).

>>> BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp16.800 pada 2027

"BYD benar-benar akan menjadi produsen mobil nomor satu di dunia dari sisi skala dalam lima tahun ke depan," ujar Wang.

Optimisme ini didukung oleh capaian ekspor yang positif. Data internal menunjukkan ekspor BYD melonjak 65% pada Januari hingga Mei dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasar utama ekspor BYD meliputi Brasil, Inggris, dan Australia.

Tekanan di Pasar Domestik

Meski kinerja ekspor solid, BYD menghadapi tekanan berat di pasar domestik China.

Total pengiriman kendaraan BYD merosot lebih dari 20% sepanjang Januari hingga Mei akibat persaingan ketat.

>>> Fisik Pemain Diaspora Timnas Indonesia Dianggap Makin Tangguh

Kondisi ini berdampak pada pergerakan saham perusahaan.

Pada perdagangan Rabu pagi, saham BYD melemah 4,3% di Bursa Hong Kong dan turun 1,6% di Bursa Shenzhen.

Secara akumulatif dalam setahun terakhir, nilai saham BYD merosot lebih dari 45% di Bursa Hong Kong dan sekitar 33% di Bursa Shenzhen.

Untuk menjadi nomor satu global, BYD harus menggeser posisi Toyota Motor, raksasa otomotif Jepang.

Pada tahun 2025, BYD berada di peringkat keenam global dengan penjualan 4,6 juta unit, sementara Toyota menjual lebih dari dua kali lipat.

>>> Pendaki Wanita Alami Pelecehan Seksual oleh Pemandu di Gunung Merbabu

Meski demikian, penetrasi agresif produsen China mulai mengikis pangsa pasar Toyota di Asia Tenggara dan Timur Tengah.