Pemerintah Amerika Serikat secara resmi membatalkan tugas wasit asal Somalia, Omar Artan, dalam Piala Dunia 2026. Penolakan terjadi di Bandara Miami pada akhir pekan lalu.

Omar Artan termasuk dalam daftar 52 wasit yang dijadwalkan memimpin pertandingan di ajang sepak bola terbesar dunia. Namun, ia dicegah masuk setelah menjalani interogasi selama 11 jam.

>>> Shopee PHK Ratusan Pengembang demi Efisiensi dan Fokus AI

Petugas imigrasi memerintahkan Artan kembali ke Istanbul, Turki, meskipun ia telah menunjukkan dokumen resmi FIFA. Ia juga menjelaskan rekam jejak kariernya sebagai wasit profesional.

Alasan Penolakan

Andrew Giuliani, pejabat tinggi Gedung Putih yang tergabung dalam Gugus Tugas FIFA, mengungkapkan alasan penolakan. Pihak imigrasi mencurigai Artan memiliki hubungan komunikasi dengan kelompok teroris al-Shabab asal Somalia.

Kesimpulan itu diambil setelah wawancara mendalam mengenai konstelasi politik Somalia dan aktivitas al-Shabab. Somalia merupakan salah satu dari 12 negara dalam daftar hitam kebijakan visa Presiden Donald Trump.

>>> Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Resmi Akuisisi Saham PT Satu Visi Putra

"Omar ditolak karena disinyalir punya hubungan dengan beberapa anggota teroris asal Somalia," kata Giuliani di ESPN.

Artan sendiri merasa diperlakukan tidak adil. "Saya rasa mereka punya masalah dengan negara saya," ujarnya kepada The New York Times.

Penolakan ini memicu kritik dari berbagai kalangan.

>>> Cara Menghasilkan Uang dari YouTube untuk Kreator Pemula

Banyak pihak menilai pemain, ofisial, dan pelatih seharusnya mendapat jaminan izin masuk untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026.