Platform e-commerce Shopee melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan tenaga pengembang di berbagai wilayah operasional pada pekan ini.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari perampingan struktural dan pergeseran fokus perusahaan menuju teknologi kecerdasan artifisial (AI).

>>> Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Resmi Akuisisi Saham PT Satu Visi Putra

Kebijakan efisiensi massal dari anak perusahaan Sea Ltd ini menyasar sekitar 8% dari total tenaga kerja pengembang, seperti dilansir dari Investor Daily.

Posisi jaminan kualitas menjadi sektor yang paling terdampak, dengan potensi pengurangan lanjutan di masa mendatang.

Restrukturisasi dan Target Kapitalisasi Pasar

Langkah restrukturisasi ini menyamai peta jalan kompetitor besar seperti Alibaba Group dalam mengintegrasikan AI untuk mendongkrak efisiensi operasional.

CEO Sea Ltd Forrest Li menargetkan optimalisasi teknologi ini mampu mengerek kapitalisasi pasar perusahaan hingga menyentuh angka satu triliun dolar.

Pihak manajemen menyatakan tindakan ini diambil secara berkala untuk mengevaluasi kebutuhan operasional internal perusahaan.

>>> Cara Menghasilkan Uang dari YouTube untuk Kreator Pemula

"Keputusan ini selalu diambil setelah melalui pertimbangan yang matang.

Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi rekan-rekan yang terdampak selama masa transisi ini," ujar Juru bicara Sea Ltd.

Sea Ltd kini terus memperluas ekspansi teknologi di luar lini bisnis e-commerce dan industri gim Garena.

Pada Februari lalu, korporasi ini resmi menjalin kemitraan strategis dengan Google untuk menanamkan sistem kecerdasan artifisial, termasuk pembuatan agen belanja pintar.

Koreksi industri teknologi pasca-pandemi menguji kemampuan Sea Ltd dalam menstabilkan harga saham yang sempat tertekan sejak September 2025.

>>> IHSG BEI Melonjak Tajam 7,57 Persen ke Level 5.746

Analis menilai keberhasilan transformasi ini ditentukan oleh keseimbangan antara otomatisasi baru dan keberlangsungan ekosistem pekerja.