Dalam skala sebesar itu, satu celah keselamatan bisa berubah menjadi tragedi massal dalam hitungan detik.

Desakan Pembenahan Sistem

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia Tulus Abadi menegaskan, mitigasi risiko tidak bisa hanya bertumpu pada perilaku pengguna.

"Perlu berbagai rekayasa teknis yang berdimensi safety untuk menekan risiko fatalitas," ujarnya.

Respons serius baru terlihat setelah tragedi Bekasi Timur menyita perhatian luas.

Rapat kerja Komisi V DPR tentang kecelakaan tersebut berlangsung di tengah tuntutan agar evaluasi berujung pada pembenahan sistem keselamatan secara menyeluruh.

Ketua Komisi V Lasarus mendesak agar evaluasi tidak berhenti di atas kertas.

"Kalau persoalan dalam sistemnya sudah terdeteksi, maka perbaikannya juga harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terus terulang.

Jangan sampai berbagai evaluasi yang sudah dilakukan hanya menjadi catatan tanpa ada langkah nyata di lapangan," tegasnya.

Desakan itu tepat, meski Bekasi Timur bukan satu-satunya yang menunggu jawaban. Kecelakaan bus ALS di Sumatera Selatan masih menambah daftar tragedi yang belum tuntas.

>>> Harga Bitcoin Tertekan, Uji Level Psikologis US$ 60.000

Kondisi ini menegaskan bahwa di jalan raya, di perlintasan, di jalur-jalur yang luput dari perhatian publik, kecelakaan tidak mengenal jadwal.